oleh

Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember Belajar Tentang Desa Cantik di Banyuwangi

Desa Cantik kembali menjadi primadona baru di kalangan BPS maupun di luar Bps. Terbaru desa Tamansuruh sebagai salah satu penerima Award 10 desa Cantik se Indonesia, dan penghargaannya diaerahkan oleh Suharso Manoarfa selaku Menteri PPN/BAPPENAS Republik Indonesia di hotel Shangri-la Jakarta pada hari Senin, (06/12/2021. Hari ini BPS Banyuwangi mendapat kunjungan dari BPS Kabupaten Jember (Rabu, 29/12/2021).

Bertempat di ruang rapat Kantor BPS Kabupaten Banyuwangi, Teguh Eko Rahadi, S.A.B. selaku Kepala Desa Tamansuruh dan Tri Erwanto selaku kepala BPS Kabupaten Banyuwangi menerima kunjungan dari Bps kabupaten Jember.

IMG-20211230-WA0034

Rombongan yang dipimpin oleh kepala BPS Kabupaten Jember tersebut, berniat untuk silaturrahmi dan sekaligus mengadakan study banding terkait keberhasilan Bps Kabupaten Banyuwangi dalam rangka mengawal desa Tamansuruh sebagai Penerima Award Nasional.

Pada hari sebelumnya, BPS Banyuwangi juga mendapat kunjungan Kepala BPS Provinsi Jawa Timur dan kepala BPS Kabupaten/kota sejawa timur. Pada waktu itu semua tamu disambut di Omprog Gandrung Waroeng Kemarang yang berlokasi di jalan Kalibendo KM 5 desa Tamansuruh kecamatan Glagah, dan dihidangkan tarian Jejer Gandrung dan Jaran Goyang.

Pada waktu kunjungan ini, DR. Dadang Hardiwan S.Si, M.Si selaku kepala BPS propinsi Jawa timur menyampaikan sambutannya  “Saya ucapkan selamat kepada desa Tamansuruh yang telah terpilih sebagai 10 desa penerima award Indonesia desa Cantik tingkat nasional 2021, ” ungkapnya.

IMG-20211230-WA0033

Kembali ke Acara kunjungan BPS Jember, dimulai dengan sambutan pengantar dari Tri Erwandi selaku Kepala BPS Kabupaten Banyuwangi, yang mengucapkan selamat datang kepada para rombongan kemudian dilanjutkan selayang pandang. Menurut Tri “Keberhasilan desa Tamansuruh sebagai desa Cantik tentu tidak bisa lepas dari kerja sama yang intens antara desa Tamansuruh dengan Bps Banyuwangi. Selain itu, pencetusan ide statistik sudah ada lebih dulu melalui gagasan yang berasal dari Teguh Eko Rahadi dan bahkan ide ini tercetus sebelum ditetapkannya program desa cantik  “ujarnya.

Selanjutnya sambutan yang ke dua disampaikan oleh Arif selaku kepala BPS Jember, beliau mengatakan  “Saya mengapresiasi BPS Banyuwangi dan desa Tamansuruh atas keberhasilannya menerima Award Desa Cantik, dan saya beserta rombongan datang ke sini untuk belajar agar kedepannya BPS Jember juga bisa meniru seperti apa yang dilakukan oleh BPS Banyuwangi, ” katanya.

Acara dilanjutkan dengan memberikan pemaparan terkait desa Cantik oleh Teguh Eko Rahadi, S.A.B selaku kepala desa Tamansuruh, dan beliau mengawali dengan menampilkan slide yang menceriterakan tentang sejarah singkat perjalanan desa Tamansuruh sampai mendapatkan Award desa Cantik di tingkat nasional. Lebih lanjut Teguh mengungkapkan   “Awalnya saya tidak menyangka bahwa program kampung statistik yang saya gagas melalui ide untuk percepatan pembangunan desa Tamansuruh dengan kampung tematiknya akan meraih penghargaan prestisius ini” cetusnya.

IMG-20211230-WA0031

“Sebenarnya saya hanya berniat mengabdi untuk negeri bumi tercinta ini dan tidak ada bayangan sedikitpun untuk mendapatkan penghargaan semacam ini, yang terpenting adalah ini bukan akhir dari perjuangan untuk mengabdi tetapi merupakan awal sebagai langkah yang lebih mandiri, ” katanya.

Kemudian ada sedikit penambahan dalam pemaparan ini dan disampaikan oleh Dwi selaku pembina desa Cantik dari kantor Bps Bnyuwangi. Dwi memaparkan kepada sisi tehnisnya dan dia menceritakan  bagaimana perjalanan mulai menentukan Tim pendata, Pelatihan, Verifikasi data, Validasi data hingga Tabulasi data. Secara keseluruhan ini adalah hal yang sudah biasa di dunia BPS sehingga penjelasannya tidak terlalu lama karena sebagian besar yang hadir adalah dari kalangan keluarga besar statistik.

Lebih lanjut Dwi menceriterakan : “Bagaimana proses keberhasilan untuk mensosialisasikan terhadap desa Tamansuruh terkait pentingnya statistik, ” bebernya.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan olahraga bersama dilanjutkan dengan closing statement yang diberikan oleh Teguh sebagai narasumber dan sekaligus sebagai Kepala desa Tamansuruh.
Teguh berpesan “Keniscayaan melakukan kesempurnaan, tetapi walau begitu janganlah ditinggalkan keseluruhan, ” pesannya.

Semua hadirin lantas berdiri untuk memberikan applaus dengan sangat meriah. (Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *