Yayasan dan komunitas Koppiwangi menggelar pelatihan santri preuneur yang dilaksanakan di hotel Santika Banyuwangi tanggal 29-30 Desember 2021 dengan tema Santripreuneur di era milineal mengahadapi kemajuan tehnologi digital yang diawali santunan yatim piatu.
Pelatihan yang dihadiri oleh para pejabat dan peserta yang support kegiatan bernuansa ekonomi Islami preuneur tersebut. Pejabat yang hadir diantaranya adalah H. Basyir Khodim dari DPRD Kabupaten Banyuwangi Komisi 4, Kadis Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Drs. Suratno, M.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Banyuwangi yang diwakili Drs. Sutenang Effendi, M.Pd, Kabag Kesra H. Moh. Lukman, S.Sos, M.Si serta para sahabat komunitas Koppiwangi seperti Bhajawangi, BOB, LPPTKA BKPRMI, Mitra UMKM, dan Banyuwangi Online Community serta ustadz ustadzah Ponpes
seperti Mabadiul Ihsan Karangdoro Tegalsari, Darul Huda, Darul ulum,
Minhajut Thulab Krikilan Glenmore, Safinda Kabat, Darul Qufron dan beberapa TPA/TPQ di Banyuwangi , serta Presiden PKKPNB (Persatuan Keluarga dan Korban Penyalagunaan Napza Banyuwangi) Alex Budi Setyawan,SH,MH. yang duduk semeja dengan Ketua Umum BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia) Banyuwangi ustadz Achmad Sururrudin, SE,M.Si.

Ketua panitia penyelenggara H. Mujiyono SH, didampingi ketua Yayasan Koppiwangi (Komonitas Peduli Pendidikan Banyuwangi) Agus Hariyadi menyampaikan tentang tujuan diadakan santri preuneur ini adalah untuk memberikan pembekalan ilmu kepedulian terhadap para ustadz dan santri supaya terus maju mnghadapi era digital yang semakin pesat saat ini untuk tujuan yang berguna dalam mengembangkan usaha dari setiap lembaga pendidikan. Serta mengaplikasikannya dengan bijak penggunaan mediasosial.
Harapan panitia, ilmu yg didapatkan membantu Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) dan UMKM naik kelas di setiap pesantren maupun komunitas yang juga bergerak di UMKM. Selanjutnya, H. Basyir Khadim, dari DPRD Banyuwangi dalam sambutannya menyampaikan bahwa output dari pelatihan ini harus jelas. Dukungan dinas pendidikan sangat diharapkan untuk terwujudnya program pelatihan ini. Kalau bisa yang dilatihkan jangan terlalu banyak, sedikit dulu namun fokus berkelanjutan dan serta ada sinergi mulai desa hingga dinas di Kabupaten.

“DPRD siap berkolaborasi dan support seluruh kegiatan yang dilakukan Koppiwangi untuk kemajuan mencerdaskan kehidupan bangsa, ” tegas legislator PPP ini.
Kadis pendidikan, Drs. Suratno, M.Pd. memberikan pesan untuk membangun kemandirian dengan adanya unit usaha yg dilakukan oleh pesantren, Taman Pendidikan Al-Qur’an dan komunitas umkm hingga saat terjun ke masyarakat sudah siap dengan tantangan yang terus berkembang.
“Didalam ponpes pasti lebih banyak yang melaksanakan sistem boarding,dengan begitu kebutuhan primer sekunder dan tersier yg tinggi diharapkan mampu mengelola SDA dan SDM dgn baik berdasarkan Al-Qur’an dan hadits serta regulasi yang ada, “tutur Suratno Mantan Kepala SMAN 2 Genteng yang jadi tokoh inspiratif 2021 versi JP-Raba.
Sementara itu H. Lukman, S.Sos,MSi Kabag Kesra Setkab Banyuwangi berpesan kepada seluruh peserta pelatihan untuk terus bersimbiosis dan bekerjasama dengan baik untuk kemajuan Banyuwangi yang semakin kreatif dan sehat.
Apresiasi yang tinggi buat Koppiwangi yang telah menjadi salah satu komunitas yg turut serta melambungkan Banyuwangi di dunia pendidikan. Pelatihan dengan tajuk Santri Preuneur di era milenial menghadapi kemajuan digital ini berlangsung 2
Sesi awal diisi oleh Nara sumber Reza M. Rivai, D.Ant Iamer’s pemerhati UMKM dan sesi berikutnya diisi oleh Narasumber Moch. Suluh, SE,CH,CHt,CNLP,MTHT.
Seorang peserta, Nanang Kusuma mengaku senang dan bersyukur bisa ikut pelatihan yang membekali dengan format dan aplikasi untuk mendukung usaha bisnis pribadi dan lembaganya.Juga bagaimana membalut usaha dunua dengan hati penuh nilai-nilai sosial keagamaan. (Zhie/AWN)


Komentar