Universitas PGRI Banyuwangi melaksanakan MBKM pada tahap ketiga di tahun 2021. Ada delapan kegiatan MBKM, antara lain yaitu : Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian/Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi/Proyek Independen, Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik. (10/02/22).
Walaupun delapan MBKM belum semua dilaksanakan. Universitas PGRI Banyuwangi sudah melaksanakan Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha.

MBKM Wajib dilaksanakan oleh semua Universitas atau perguruan tinggi. Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem. Salah satu program dari kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka adalah Hak Belajar Tiga Semester di Luar Program Studi.Melalui program merdeka belajar yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik, maka hard skills dan soft skills mahasiswa akan terbentuk dengan kuat.
“MBKM di Universitas PGRI Banyuwangi sudah dilaksanakan beberapa kali. Berdasarkan informasi dari Ketua MBKM FKIP mengatakan bahwa MBKM di FKIP sendiri sudah 3 kali yaitu di tahun 2019, 2020, 2021. MBKM wajib dilaksanakan oleh semua perguruan Tinggi, dan universitas PGRI Banyuwangi komitmen apa yang menjadi kebijakan pemerintah, ” Ungkap Miskawi, Ketua Panitia MBKM 2020.
Miskawi menambahkan bahwa “sebelumnya saya menjadi Ketua MBKM,kali ini saya sebagai dosen pembimbing MBKM asistensi mengajar di Satuan pendidikan, 2021, antara lain: 1. MA AL-QODIRI VIII KELIR, 2. SD I Al-khairiyah Banyuwangi , 3. MA Unggulan Babibullah Banyuwangi, 4. MA Darul Huda Giri, “tuturnya.

Tujuan MBKM Asistensi mengajar adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang pendidikan untuk turut serta membelajarkan dan memperdalam ilmunya dengan cara menjadi pendamping guru di sekolah. Membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan serta relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi sesuai perkembangan Ipteks.
Saat salah satu Guru MA Darul Huda Giri saat di konfirmasi oleh Tim Jurnal News mengatakan program asistensi mengajar di Satuan pendidikan adalah program yang sangat bagus, mahasiswa tidak hanya mengajar namun mahasiswa lebih ditekankan pada proses mulai dari belajar kurikulum, membuat silabus, RPP, media dan model pembelajaran hingga penilaian. Semoga kedepannya terus berkelanjutan dan tidak menutup kemungkinan mahasiswa yang praktek bisa kita rekrut ditempat kami, pungkas Hoirus Soleh, M.Pd.
Dyas Gusti Ningsih (Mahasiswa Asistensi Mengajar, Uniba) Mengaku senang dengan pelaksanaan asistensi mengajar di sekolah, memang banyak tugas menjadi seorang guru mulai dari tahapan membuat program semester, program tahunan, RPP, penilaian dan lain sebagainya. Jadi selama praktek Mengajar di sekolah saya benar-benar proses yang harus saya jalani dan apapun juga sangat bermanfaat untuk saya yang nantinya memang dicetak sebagai pendidik, (Masduki).


Komentar