oleh

Pameran Lukisan Satu Sama Bertajuk “Tumbuh dan Berkembang Dalam Doa”

Pameran lukisan tidak harus membatasi ruang gerak pekerja seni. Pameran lukisan bertema “Tumbuh dan Berkembang Dalam Doa” Kelompok Satu Sama, di Studio Lemah Ceket, daerah Dusun Curahkrakal, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, berlangsung 5-12 Maret 2022.

Sekelompok seniman di Banyuwangi mencoba memberikan semangat baru untuk kawan-kawan perupa lainnya dalam memulai kebiasaan baru untuk melaksanakan pameran lukisan dengan prokes ketat supaya ada geliat baru, menjemput harapan kembali sambil berkarya walau pandemi

Pameran ini dibuka mulai Sabtu (5/5/2022) oleh Nanang Widayat , Kepala Desa Tambakrejo Kecamatan Muncar. Dalam pameran ini, para pelukis membawa misi tentang sebuah tema yang mencoba mewakili ide dan ekspresi seniman dengan media untuk dituangkan dalam bentuk dua dimensi lewat bahasa simbol.

IMG-20220306-WA0005

Komunitas 9 perupa Banyuwangi melakukan gerakan pengenalan proses berkarya dan pameran di studio masing-masing pelukis yang rata-rata berpengalaman di dunia seni rupa dan telah menggelar berpameran di dalam dan luar negri.

Komunitas Perupa tersebut menamakan Kelompok Satu Sama, diantaranya: Ben Hendro, Elyeze, Fafan Ariyadi, Ilyasin, Lilok Winardi, N Kojin, Susilowati, Sarwo Prasojo, dan Troy Herman. Sebanyak 25 karya lukisan dengan berbagai gaya dipamerkan 9 pelukis menggunakan berbagai media seperti cat akrilik , cat minyak di atas kanvas yang sebagian dipadu dengan menggunakan cat air. Bahkan pelukis 9 pelukis itu bereksperimen melukis dalam melakukan proses berkarya yang dikemasnya dalam pameran lukisan bertema Tumbuh dan Berkembang Dalam Doa.

IMG-20220306-WA0002

Respons positif juga dilontarkan Nanang Widayat , Kepala Desa Tambakrejo ini mengaku sangat terkesan atas diadakannya pameran lukisan ini.

“Menurut saya sangat bagus sekali selama tetap mengacu kepada prokes untuk dapat meningkatkan kegiatan berkesenian di masa pandemi ini,” ucapnya.

Nanang menekankan bahwa pameran ini membuat seniman tetap punya akses dan kegiatan di masa pandemi, yang memberi kesempatan seluasnya pada para seniman ini mengekspresikan karya.

“Pameran ini tidak hanya bukti bahwa mereka masih eksis, tetapi bisa langsung mengkomunikasikan karya-karya ke penikmat seni di Banyuwangi ,” tuturnya.

Sementara menurut Nur Kojin mewakili Dewan Kesenian Blambangan DKB menyatakan dengan bahasa kurotarial yang santai, Komunitas 9 pelukis anggota kelompok ini bebas menafsirkan tema kurasi sesuai gaya masing-masing yang sudah dikenal dikalangan pencinta seni lukis. Pameran yang akan dilaksanakan di 9 titik kota tempat tinggal seniman kelompok Satu Sama secara simultan sebulan sekali dengan 9 tema kurasi.

“Banyak Karya Lukisan yang sesungguhnya bisa belajar banyak dari kearifan tradisi untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan hidup kekinian,” tambah Kojin mewakili 9 pelukis untuk menyampaikan kurotarialya. Kojin juga menjelaskan, ada juga tema lukisan yang mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa peradaban modern tidak selalu selaras dengan kehidupan bumi yang berkelanjutan.

“Dan tampaknya 9 pelukis itu telah melakukan upaya tersebut melalui pameran galery lemah ceket, “pungkasnya.

Selama pameran selalu diadakan melukis onthe spot dan sarasehan bedah karya dengan mengundang siswa sekolah SMP dan SMA beserta guru seni budaya disekitar studio anggota kelompok Satu Sama yg sedang menggelar pameran.Mereka akan menularkan ilmu perupa kepada anak-anak bangsa.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *