Pemuda Nahdliyin Banyuwangi Arif Budiman yang juga pencetus Pojok Baca Nahdliyin Banyuwangi bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi bahan berbahaya pada pangan dan pengaruhnya pada hari Selasa, 08 Maret 2022.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kontor Kecamatan Giri dihadiri anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP, H. Anas Thahir.
Acara ini sangat mendapat antusias dari warga Banyuwangi yang sadar akan bahaya dan pengaruhnya bahan bahan tambahan pangan yang menjadi komposisi sebuah produk yang beredar di pasaran. Camat Giri, Joko Kuncoro mengatakan Masyarakat diberikan sosialisasi untuk dapat mengerti dan memahami obat yang aman dikonsumsi. Sehingga peran dari BPOM untuk mengawasi peredaran obat dan makanan lebih mendalam dengan kecakapan warga yang sudah mengerti obat dan makanan yang sehat.

Joko Kuncoro juga menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat mampu lebih peduli tentang obat-obatan maupun makanan yang aman dengan lisensi resmi dari BPOM sebagai jaminan mutu produk yang dijual ataupun yang akan dikonsumsi.
“BPOM Provinsi juga menekankan agar warga lebih selektif terhadap produk yang akan dikonsumsi dengan melihat logo atau lisensi yang dikeluarkan oleh BPOM sebagai jaminan mutu suatu produk dan garansi keamanan obat dan makanan,”katanya.

Anggota Komisi IX DPR-RI, H. Anas Thahir yang hadir sebagai tokoh masyarakat mendukung pola hidup sehat dan aman yang diterapkan oleh masyarakat, melihat semakin banyaknya obat-obatan, kosmetik, dan makanan yang muncul di pasaran sehingga pemerintah bertanggungjawab melakukan pembekalan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari obat-obatan, kosmetik, dan makanan yang mengandung bahan kimia yang justru berbahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu edukasi ini penting agar masyarakat mengerti potensi bahaya yang terkandung,”ujarnya.
(Q’Nin)


Komentar