oleh

Menapaki Sejarah Blambangan Bareng Kopat dan Samsubur

Team Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi Banyuwangi yang diawaki oleh Thomas Racharto berdiskusi bareng dengan sejarawan senior Blambangan Drs. Samsubur dengan tema “Sejarah Blambangan Kuno”.

Diskusi yang digelar di Radio Citra FM jalan Parijatah Dusun Truko desa Karangsari Kecamatan Sempu kabupaten Banyuwangi-Jatim, dimoderatori oleh Bung Aguk Wahyudi Nuryadi Sabtu, (26/03/2022).
Kegiatan Diskusi ini bertujuan untuk mendiskusikan dan memaparkan peluang-peluang serta topik-topik yang berkaitan dengan Sejarah Blambangan disaat jaman Balambangan kuno abad XIII – XIV dan Kerajaan Majapahit abad XV – XVI.

Thomas Racharto lebih menginformasikan mengenai materi buku yang akan Segera diterbitkan yang berisi tentang Blambangan kuno abad 13 – 14 (Kabupaten Banyuwangi sekarang, sebuah rintisan merekontruksi sejarah lokal Blambangan. Sedang Samsubur memaparkan tentang keberadaan/identifikasi kerajaan Blambangan.

20220326_095505

Samsubur yang sudah menulis dua buah buku dengan judul Sejarah Kerajaan Blambangan (cetakan pertama Maret 2011) dan Wiracarita Praja Balambangan (cetakan 2021), lebih banyak menyinggung Majapahit di abad 14 – 16. Sedang Thomas Racharto yang segera merilis bukunya berjudul Balambangan kuno abad Xlll – XlV lebih banyak memaparkan sebuah prinsip bahwa suatu wilayah tentu memiliki sejarah kunonya masing masing, oleh karenanya Thomas Racharto mencoba menelisik sejarah kunonya Kabupaten Banyuwangi melalui peninggalan peradaban Kerajaan Balambangan pada jaman klasik Majapahit (jaman Hindu-Budha abad Xlll -.XlV) yang berupa artefak dan jejak jejak sejarah yang disusun sehingga menghasilkan suatu dugaan atau asumsi secara linier berdemensi tegak lurus keatas mengenai keterhubungan positif antara Balambangan kuno abad Xlll – XlV dengan kabupaten Banyuwangi sekarang.

Hasil diskusi antara Team Kopat yang diawaki Thomas Racharto dengan Sejarawan senior Samsubur menghasilkan suatu kesepahaman bersama dalam kaitannya tentang sejarah Blambangan.
Akhir diskusi dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Jaringan Radio Komunitas Blambangan Banyuwangi (JRKBB). (Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *