Hari Kamis,Malam Jumat (31/03/2022) dilaksanakan acara ruwahan ,doa yasin tahlil bakda sholat magrib di Kampung Santri Bali,Jl by Pas Tanah Lot bj pempatan Munggu,Mengwi,Badung. Acara yang dihadiri kurang lebih 100 jamaah tersebut terdiri dari santriwan /wati,wali santri,pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Munggu,serta kaum muslimin dan muslimat warga sekitar.
Diawali dengan sholat magrib berjamaah,doa yasin tahlil,tausiah,penyerahan ijazah ,doa untuk para wisudawan,pembagian mushaf Al-Qur’an kepada seluruh jamaah yang hadir,ramah tamah tumpengan bersama,doa penutup dan pembagian nasi kotak berkatan. Yang istimewa dalam acara tersebut adalah hadirnya penceramah kondang Umi Kasur(Hj. Siti Rahmah) asal Sempidi Mengwi ,Badung yang juga penasihat PAC Muslimat NU Kec. Mengwi dengan lugas dan gamblang menjelaskan makna ruwahan ,doa bagi para arwah leluhur dan juga syarat rukun berpuasa khusus bagi para ibu-ibu muslimat malam itu banyak yang mendapatkan ilmu bermanfaat tentang bayar fidyah,hukum fikih sedekah dan lain-lain. Cara penyampaian mudah dimengerti,publik speaking yang santai dan lucu,semangat meski usia beliau hampir mendekati kepala 8 (73 th) sangat gesit dan sehat,itu yang dikagumi jamaah. Santriwan /wati juga mendapat motifasi dan apresiasi beliau karena bersemangat,rajin mengaji dan sudah bisa baca Al-Qur’an di usia dini.

Bapak -bapak juga mendapatkan ilmu tentang makna ibadah,sholat,puasa,zakat dan haji sebagai syarat rukun Islam. Selain itu ustazd Widodo dan bunda Yuni selaku pengasuh merasa bangga dengan para santrinya juga kekompakan wali santri khususnya menyambut datangnya Ramadhan antusias berkomunikasi dengan pengasuh,dan berkenan mensuport putra-putri secara maksimal. Terbukti dengan kerjasama yang baik malam ngruwah dan imtihan disiapkan 5 Tumpeng khas banyuwangi dengan pecel pitik/ingkung serta kuluban krawu,tempe kare,tahu bali,mie,telur ,sambal ,tumis wortel kacang, dan timun.
Disebut Tumpeng Pancasila karena berjumlah 5 dan filosofinya didalam tumpeng tersebut terkandung makna ke-5 sila dasar yang menjadi pedoman dan budaya falsafah bangsa. Melengkapi Tumpeng Pancasila,jajan kuliner nusantara lepet,apem selong,roti kukus,lapis,dadar gulung,awug,sumping nogo sari,donat,sus dan bolu pandan. Tumpeng buah pisang,jeruk,salak dan semangka melengkapi segarnya acara tersebut. Semua perlengkapan disiapkan oleh panitia kecil ibu muslimat ranting munggu(Siti Cholifah,Eny Suningsih,Lilis Hayati,Ni Nyoman Sri Wahyuni,Bunda Safa,Maryana) bersama pengurus NU Ranting Munggu (Timbul, Nur Ali, Sandi,Sahri,Dodo).

Setelah pembagian musaf Al-Qur’an sebanyak 90 kepada semua jamaah yang hadir,yang merupakan waqaf dari hamba Allah untuk pulau Bali melalui
perwakilannya diketewel,bpk Muchtar-Ayu Dasima, pasutri asal patoman Banyuwangi /Sumatra, sekaligus team rukyah Denpasar Bali kerjasama dengan team Aswaja. Maka Ustazd Widodo menutup acara dengan mendoakan bagi donatur dan hamba Allah yang telah bersedekah melalui Kampung Santri Bali ,baik yang hadir/ tidak hadir ,agar selalu mendapatkan kasih sayang,perlindungan,dan Ridla Allah SWT.
Pulang dengan membawa berkat nasi kotak dan Al-Qur’an semua jamaah bersyukur tiada henti,hadiah dan rejeki luar biasa menjelang Ramadhan teriring doa dan terimakasihnya kepada Kampung Santri Bali yang menjadi saluran berkat dan tempat menimba ilmu manfaat fidunya wal-akhirat ,demikian beberapa jamaah ( bu Ilham,nenek Anggun,bu Satria,bu Alifia serta bapak2nya )menyampaikan titip amanahnya semoga selalu dirahmati Allah dan terus dijaga keberadaannya.
Semua pengurus Ranting NU dan Ranting Muslimat NU desa Munggu bersyukur atas adanya Ruwahan ,Imtihan serta keberadaan Kampung Santri Bali yang jadi jujugan warga muslim perantau didesa Munggu melakukan ibadah berjamaah ,serta disiapkannya agenda rutin takjil, bukber,taraweh,tadarus selama bulan Ramadan sebulan penuh dengan santri dan warga jamaah sekitar. Marhaban Ya Syahru Ramadhan,semoga ibadah bisa berjalan dengan baik dan benar. Dari Pojok Seseh,Ambarwati Soenarko,Bali.


Komentar