Bertempat di Aula Rektorat Lantai 2 Stikes Banyuwangi, Tim Promotor UKS Stikes Banyuwangi bersama dengan Banyuwangi Hijau mengadakan pelatihan pengelolaan sampah di sekolah kepada 12 Guru UKS SD dan SMP Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini juga di dukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang dilakukan selama 2 hari yaitu tanggal 5 dan 6 Oktober 2022 ini juga sebagai salah satu bentuk kampanye perubahan perilaku memilah sampah di sekolah. Selain itu, 12 sekolah terpilih merupakan pilot project awal untuk mendukung pembangunan TPS3R di Desa Balak milik Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi yang nantinya juga akan dikembangkan di sekolah yang lain.

Kegiatan hari pertama para guru mendapatkan pelatihan tentang persampahan dari mahasiswa tim Promotor UKS Stikes Banyuwangi, mulai dari mengenalkan apa itu sampah, jenis-jenis sampah, bahaya sampah hingga paket-paket edukasi yang bisa diberikan kepada siswa disekolah tentang pemilahan dan pengelolaan sampah dan di tutup dengan pembuatan RTL (Rencana tindak lanjut) untuk di terapkan di sekolah masing-masing.
Pada hari kedua, peserta diajak tour melihat TPA, TPS3R di Tembokrejo dan juga ke Calon TPS3R di Desa Balak. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengenalkan kondisi TPA saat ini dan juga TPS3R sehingga diharapkan dapat memicu perubahan perilaku untuk memilah sampah. Selain itu kegiatan tour ini juga sebagai salah satu bentuk paket edukasi yang dapat diterapkan kepada siswa disekolah untuk mengenalkan sistem pengelolaan sampah yang benar.

DR. H. Soekardjo selaku ketua Stikes Banyuwangi juga mendukung penuh kegiatan ini. Menurut beliau adanya kegiatan yang melibatkan mahasiswa dengan Dinas ataupun mitra kerja dapat membuka peluang relasi lebih untuk mahasiswa dan melatih softskill mereka.
“Selain itu sebagai Instansi Pendidikan Perguruan Tinggi di Bidang kesehatan Stikes Banyuwangi memiliki peran penting dalam memberikan edukasi di Masyarakat apalagi di sekolah lewat Progam UKS, ” tambah DR. H. Soekardjo.

Eliftina Zulfi, S. KG selaku Tim Banyuwangi Hijau yang mendampingi kegiatan ini menyampaikan “Semoga setelah melaksanakan pelatihan 2 hari ini guru-guru dapat mengimplementasikan edukasi tentang sampah (jenis dan bahaya sampah) dan menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di sekolah”
“Saya sangat berterimakasih dan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini karena bukan hanya teori tapi juga bagaimana prakteknya untuk siswa disekolah. Semoga setelah pelatihan ini kita semua terketuk untuk memutus mata rantai masalah sampah dan dimulai dari Stikes Banyuwangi kita bisa merubah perilaku baik mengolah sampah di Banyuwangi khususnya dan Indonesia pada umumnya, ” ucap Bu Hariyati, S. Pd selaku Kepala sekolah SDN 1 Bareng.
Ahmad Marsudi, S.Pd. juga menyampaikan “Tentunya ilmu yang sudah saya dapatkan dalam pelatihan ini pasti akan saya sampaikan ke siswa dan sekolah saya, saya berharap setelah ini sekolah kami bisa mengatasi permasalah sampah seperti sekolah SMPN 2 Genteng yang sudah baik dalam mengolah dan produktif dari sampah, selain itu juga siswa kami bisa sadar dan menerapkan perilaku PHBS khususnya pengelolaan sampah dengan benar, “ucapnya.
Bentuk sukses dari sebuah pelatihan bukan hanya dokumentasi tapi bagaimana tindak lanjut dari apa yang sudah diberikan. Sebagai salah satu wadah pembentukan karakter tentunya sekolah memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan praktek baik kepada siswa. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama, ayo mulai peduli dan buang sampah sesuai jenisnya.(Desika).


Komentar