Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Melaksanakan Pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat dengan judul: ” PELAMPUNG K3 (Program Pelatihan Kampung Nelayan): Pembinaan Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Nelayan sebagai Upaya Menurunkan Risiko Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja”. Di Desa Tembokrejo, Aula Pantai Satelit, Kecamatan Muncar. (22/10).
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bekerjasama dengan UPT Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Universitas Indonesia.

Tim program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat Universitas Indonesia terdiri dari: Abdul Kadir SKM., M.Sc. (Ketua Tim), Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D, Dr. Dadan Erwandi, S.Psi., M.Si
Dr. Ir. Sjharul M. Nasri., M.Sc. drg. Baiduri Widanarko, M.KKK., Ph.D, Devi Partina Wardani, SKM. M.KKK dan Nida Hanifah Nasir, SKM., M.Sc. Tim Instruktur: Malik Ibrahim, Sugino dan Gumi Mani Saputra
Hadir dalam kegiatan pelatihan antara lain: Nelayan Muncar dan perwakilan Dinas Perikanan Banyuwangi.
Abdul Kadir, SKM., M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa
Sektor perikanan laut memiliki potensi resiko yang sangat tinggi dibandingkan dengan sektor lain seperti pertanian atau konstruksi. Banyak kecelakaan dan kasus kesehatan buruk di tempat kerja disebabkan oleh kegagalan dalam mengelola keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan dengan benar. Maka pilihan yang tepat berikutnya adalah mengurangi risiko ke tingkat serendah mungkin, “Ungkap Koordinator program pengemas UI.

Abdul Kadir juga menambahkan “Penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan (K3) disemua tempat kerja penting untuk diterapkan. Budaya K3 memiliki nilai positif yang dapat mencegah cedera, menyelamatkan nyawa, dan meningkatkan produktivitas kerja. Ketika budaya keselamatan dipraktikkan secara aktif dan dianggap sebagai nilai inti penting oleh, karena hal itu memberikan rasa percaya diri dan kepedulian pada semua orang yang bekerja di sana, ” Tambahnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahaya dan risiko K3 serta upaya dalam meningkatkan pengetahuan baik soft kill maupun hard skill kepada nelayan terkait prinsip dasar K3.
Fokus program ini melalui beberapa aktivitas kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan pembinaan terkait melakukan kajian risiko terhadap aspek keselamatan dan kesehatan pada semua aktivitas nelayan.
Luaran dari kegiatan ini adalah dokumen manajemen risiko K3 berdasarkan aktivitas nelayan, hal ini dapat dijadikan acuan untuk menjalankan pekerjaan dengan sehat dan selamat.
Masyarakat nelayan Muncar sangat antusias karena narasumber sangat interaktif dan mengajak nelayan untuk mempraktekan langsung antisipasi berbagai bahaya dan keselamatan kerja.
Suriyadi salah satu nelayan sangat memberikan apresiasi terkait pelatihan ini. “Saya sangat senang dengan pelatihan saat ini karena kita sebagai nelayan bisa mengerti berbagai macam bahaya dan keselamatan kerja di laut. Kita diajak praktek langsung misalnya lgempa, tenggelam, patah tulang, pingsang dan sekaligus solusinya. Menariknya lagi peserta dapat banyak hadiah dan dapat dimanfaatkan saat melaut. Kedepannya agar bisa mendampingi masyarakat nelayan Muncar, “Ungkap peserta pelatihan. (Miska).


Komentar