Profesionalisme guru dituntut lebih tinggi akhir-akhir ini. Kemajuan teknologi yang semakin cepat, membuat guru harus profesional mengikuti perkembangan, utamanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Menurut Marhenyantoro, S.Pd, SH, MM selaku Kepala SMPN 2 Rogojampi platform merdeka mengajar (PMM) merupakan salah satu episode program merdeka belajar, tidak bisa ditawar lagi bahwa profesionalisme guru merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat dikesampingkan, sehingga guru harus terus belajar baik secara mandiri maupun bersama-sama.
“ PMM diharapkan menjadi tempat yang ideal bagi guru untuk memecahkan masalah di kelas melalui kegiatan bimbingan teknis berupa optimalisasi pemanfaatan platform merdeka mengajar. Platform Merdeka Mengajar merupakan suatu media yang dipersembahkan untuk mempermudah guru dalam mengajar sesuai kemampuan murid, menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, serta berkarya untuk menginspirasi rekan sejawat , “tukas Marhen.

“Platform Merdeka Mengajar dibangun untuk menunjang penerapan Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, “tambah Marhen.
Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi melaksanakan pendampingan Optimalisasi Platform Merdeka Mengajar bagi guru Sekolah Menengah Pertama bagi Sub Rayon 05 bertempat di SMPN 1 Rogojampi , pada 12 Nopember 2022. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi melalui Pengawas Drs. H. Mastur , SH, MM memberikan arahan dan motivasi kepada ratusan peserta dari 12 sekolah anggota Sub Rayon 05 agar menjadikan forum ini sebagai wadah pengembangan profesionalisme bagi guru secara berkelanjutan.
“ PMM diharapkan menjadi tempat yang ideal bagi guru untuk saling berbagi ide, gagasan, materi ajar, memecahkan masalah pembelajaran di kelas, dan praktik-praktik baik di dalam kelas. Lebih lanjut disampaikan agar seluruh peserta segera menyusun program kerja yang dapat mempercepat implementasi kurikulum merdeka baik secara bersama-sama maupun mandiri melalui platform merdeka mengajar. Paltform merdeka mengajar (PMM) adalah platform teknologi yang disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya, “ungkap Mastur.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi oleh Holilik , S. Pd, sebagai Fasilitator atau Narasumber yang mendapat dukungan dari kepala sekolah dan dinas Pendidikan Kab. Banyuwangi. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada guru yang hadir agar dapat membantu teman-teman guru yang lain dalam memanfaatkan PMM (Platform Merdeka Mengajar).
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang baik, proses pembelajaran yang menarik bagi siswa, dan melakukan evaluasi yang sesuai dengan kondisi anak. Selain itu, guru juga dapat berbagi praktik dengan guru lain di seluruh Indonesia.
Tambah Holilk, Pelatihan bertujuan untuk mempercepat Implementasikan kurikulum merdeka (IKM) melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) . Peserta terlihat antusias selama mengikuti workhsop.
“Kurikulum merdeka
implementasinya tidak dipaksakan secara langsung. Hal ini merupakan bagian dari implementasi strategi kurikulum yang dilandasi dari kesadaran bahwa proses untuk mengubah proses pembelajaran di sekolah melalui adopsi kurikulum juga adalah proses belajar, “tutur Holilik
Di mana tiap topik merupakan isi konten yang harus dipelajari murid dalam tiap Kompetensi Dasar Berdasarkan topik yang sudah di pilih murid an sudah disepakati secara klasikal, guru mencoba menggali tujuan belajar yang ingin dicapai murid. Pertanyaan pemantik yang digunakan adalah “Apa yang ingin kalian capai/dapat setelah belajar topik ini?”
Karmi Rahayu , salah seorang peserta pelatihan yang juga guru SMPN 2 Rogojampi mengungkapkan antusiasnya mengikuti pelatihan “Saya merasa setelah setelah mengikuti pelatihan ini kembali bersemangat dan Saya yakin kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman lewat pelatihan ini dapat memberikan semangat dan wawasan peserta berkembang, “tuturnya.
Sementara menurut Supriyadi, S.Pd, M.Pd selaku Ketua Subrayon 05 Rogojampi menyampaikan “Ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah yang sudah menggundang hadirkan kurang lebih 198 Bapak/ibu guru tenaga pendidiknya untuk mengikuti pendampingan PMM dan dalam rangka optimalisasi paltform merdeka mengajar (PMM) sehingga nanti diharapkan terbentuk saling berbagi saling, asah, asih dan asuh untuk menuntaskan program dari pemerintah dibawah Kementrian Pendidikan Kebudayaan dan Riset teknologi (Mendikbudrsitek), “tegasnya.(Ilham Triadi)


Komentar