Setelah lebih dari sepekan terjadinya banjir bandang yang menerjang wilayah desa Kalibaruwetan kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi, kini masyarakat bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, jembatan penghubung wilayah di dusun Krajan, tepatnya di jalan Joyo Sukarto (Karang Gudang) yang ambrol diterjang air bercampur material kini sudah bisa dilewati dengan dibuatkan jembatan darurat.
Ditemui dilokasi jembatan, Senin (14/11/2022) Kepala Desa Kalibaruwetan M. Taufik, S.H. mengatakan, ambrolnya jembatan akibat banjir mengakibatkan lumpuhnya perekonomian warga. Karena jembatan tersebut menjadi jalur menuju pasar, sekolah dan fasilitas umum lain.
“Jalur ini (Jln. Joyo Sukarto) merupakan jalur menuju ke pasar, sekolah, dan fasilitas umum lain, ” papar Taufik.
Selama jembatan ambrol, lanjutnya, untuk menuju ke pasar yang awalnya hanya berjarak kurang lebih 500 meter, masyarakat harus berputar melewati dusun Tegal Pakis dengan jarak mencapai lebih empat (4) kilometer.
“Dengan selesainya jembatan darurat ini, meski hanya bisa dilalui sepeda motor, diharapkan bisa kembali menghidupkan perekonomian masyarakat, ” harapnya.
Salah seorang warga, Siti (60) mengaku sejak jembatan ambrol dan tidak dapat dilewati, dirinya harus mengeluarkan uang Rp. 10.000 sekali jalan untuk ongkos ojek menuju ke pasar.
“Alhamdulillah, sekarang bisa dilewati lagi. Jadi kalo ke pasar gk usah ngojek lagi, cukup jalan kaki, ”ungkapnya.
Seperti diketahui, banjir yang terjadi pada Kamis malam (03/11/2022) lalu, mengakibatkan lebih dari 30 rumah rusak berat, jembatan ambrol, menghanyutkan hewan ternak dan harta benda warga. (Abe)


Komentar