oleh

Bocah Singojuruh Ditemukan Mengambang di Kolam Ikan Tetangga

BANYUWANGI – Nasib tragis dialami MHR (3), bocah laki-laki asal Dusun Andong, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, yang ditemukan mengambang di sebuah kolam ikan tak jauh dari rumahnya.

Tubuh bocah malang itu ditemukan terbujur kaku oleh pemilik kolam.

Insiden nahas itu terjadi pada Selasa (29/11) kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB. Diduga korban tenggelam lantaran tak bisa berenang saat tercebur ke dalam kolam.

“Mendapat ada laporan bocah tenggelam, kita langsung menuju TKP. Dan mengumpulkan keterangan beberapa orang saksi ,” ucap Kapolsek Singojuruh AKP Abdulllah Syajad kepada wartawan.

Dari hasil pemeriksaan saksi, lanjut Syajad, diperoleh keterangan bahwa insiden ini murni kecelakaan.

Korban diduga tercebur saat bermain di sekitaran kolam.

“Saat bermain di sekitaran kolam, korban tidak berada dalam pengawasan orang tua. Kondisi itu diperkuat dengan keterangan orang tua kandung korban,” tegasnya.

Ditambahkan Syajad, hasil pemeriksaan tim medis dari PKM Singojuruh yang menangani juga tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Maupun luka bekas kekerasan di tubuh korban.

“Murni kecelakaan ya. Pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan diatas materai. Serta menolak dilakukan otopsi,” terangnya.

Lebih lanjut Syajad menjelaskan ihwal penemuan korban MHR.

Dari pengakuan saksi Julaidi atau pemilik kolam, ia pertama kali menemukan tubuh korban mengambang di kolam pancing miliknya.

Kaget melihat sosok bocah mengambang, saksi Julaidi lalu bergegas mengevakuasi korban ke bibir kolam dibantu dengan dua orang lainnya.

Korban yang sudah terbujur kaku lalu dibawa ke rumah sakit.

“Dibantu nenek korban, MHR diupayakan dibawa ke unit gawat darurat (UGD) PKM Singojuruh. Namun nyawanya tak bisa diselamatkan,” jelasnya.

“Diduga meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit,” sambungnya.

Diketahui, korban memang sering bermain di sekitaran kolam.

Namun saat kejadian, korban tidak sedang dalam pengawasan orang tua kandungnya.

Usai olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi termasuk mengamankan pakaian yang dikenakan korban, indisen ini disimpulkan murni karena kecelakaan.

Dan tidak ditemukan unsur penganiayaan di tubuh korban.

“Sudah kita jelaskan (kronologi) tadi ya, bahwa ini murni kecelakaan. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan dan ikhlas menerima kematian korban,” cetus Syajad.

Jasad korban pun langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan saat itu juga.

Petugas pun mengimbau agar pengawasan orang tua kepada anak lebih ditingkatkan agar kejadian serupa tak terulang kembali.(EP/RN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *