Sebagai upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan Sumber Daya untuk mengurangi resiko bencana di desa, BPBD Kabupaten Banyuwangi bersama menggelar Pelatihan sekaligus Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Kolaborasi 2 desa. Pelatihan dilaksanakan selama 6 (enam) hari, mulai 5-10 Desember 2022 di pendopo Kecamatan Kalibaru.
Setelah mendapatkan materi dalam pelatihan yang diberikan oleh fasilitator Pujiono Centre dari Jogjakarta, 29 peserta dikukuhkan sebagai tim Destana. Pengukuhan dilakukan oleh Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Banyuwangi, Mujito, S.KM., M.Mkes, Sabtu (10/12/2022). Hadir dalam pengukuhan, Kasie Pencegahan BPBD Kabupaten Banyuwangi, Camat Kalibaru, Kepala Desa Kalibaruwetan, Banyuanyar, Kajarharjo dan Destana Sarongan Kecamatan Pesanggaran.
Susanto Wibowo selaku Camat Kalibaru dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BPBD Banyuwangi yang telah memfasilitasi, serta kepada peserta yang telah dengan semangat mengikuti pelatihan dari awal.
“ Harapan kami, mudah-mudahan apa yang telah didapat dari pelatihan bisa disosialisasikan kepada masyarakat, ” ungkap camat asli Kalibaru ini.
Sementara itu Kalaksa BPBD Kabupaten Banyuwangi sebelum secara resmi menutup pelatihan, dirinya berpesan kepada tim Destana yang sudah dibentuk dapat melaksanakan tugas sesuai bidang dan tupoksi.
“Mudah-mudahan dua desa yang telah menjadi Destana (Kalibaruwetan dan Banyuanyar) bisa menjadi desa yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana, ”harapnya.
Selain pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), peserta pelatihan Destana selama enam hari tersebut juga mendapat materi dari Fasilitator Pujiono Center diantaranya pengkajian ancaman bencana, kapasitas dan kerentanan desa. Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan penyusunan rencana kontingensi. (Abe)


Komentar