oleh

Tiga Kabupaten Datangi Desa Cantik Tamansuruh

Desa Tamansuruh kembali kedatangan tamu dari 3 kabupaten yaitu dari Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bangkalan , kedatangan para tamu ini disambut di Waroeng Kemarang Jl. Perkebunan Kalibendo KM 5 Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupatèn Banyuwangi-Jatim Kamis, (23/12/2022). Para tamu datang kè Desa Tamansuruh dengan tujuan untuk melaksanakan studi banding sekaligus belajar desa cantik ke Desa Tamansuruh.

Rombongan yang tiba pukul 09. 30 disambut dengan tarian barong. Setelah berjalan menuju ruang utama aula waroeng Kemarang, rombongan di suguhkan tarian khas Kabupaten Banyuwangi yaitu Jejer Gandrung.

Setelah tarian jejer gandrung, rombongan dipersilahkan untuk welcome drink. Kemudian, sebelum dilanjutkan dengan sambutan, seperti biasa acara dimulai dengan pemakaian udeng kepada
masing- masing Kepala BPS.

“Pemakaian udeng bertujuan untuk menandai bahwa kedatangan seseorang di luar Banyuwangi telah diterima sebagai Wong Banyuwangi, ” Ucap Wowok Mierianto selaku Ketua umum Kopat (komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi) Banyuwangi.

Pria yang akrab disapa Kang Wowok itu juga bertindak sebagai pembawa acara dalam studi banding tersebut. Tidak sedikit, ditengah acara kang Wowok juga menceritakan filosofi dan sejarah tari- tarian khas yang telah ditampilkan untuk para tamu.

“Diantaranya tari Barong adalah simbol untuk melindungi tamu yang datang, Tari Barong sebagai simbol ksatria, tari jejer gandrung sebagai simbol selamat datang bagi para tamu, tari rodad kuntulan sebagai simbol akulturasi budaya antara islam dan khas osing, tari jaran goyang sebagai nasihat agar tidak menolak cinta orang Banyuwangi, “ucap kang Wowok saat memandu acara.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan- sambutan. Sambutan pertama, disampaikan oleh Kepala BPS Kabupaten Banyuwangi, Joko Santoso, SE. M.Si. Dalam sambutannya, Joko menyampaikan,” Selamat datang kepada rombongan dari Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bangkalan. Semoga keinginannya datang ke Banyuwangi untuk belajar dapat terwujudkan di daerah masing- masing,” ucapnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala BPS Kabupaten Lumajang Mudji Setijo, S.ST, M.Si menyampaikan,” Saya sudah datang untuk kedua kalinya setelah sebelumnya sudah datang ke Waroeng Kemarang ini. Saat itu bersama rombongan kepala BPS se- Jawa Timur pada tahun 2021 lalu. Saat itu, saya sudah kagum dengan keberadaan tempat ini dan hari ini saya bersama rombongan kembali untuk belajar tentang desa cantik ke Desa Tamansuruh. Harapannya, kami dapat mencontoh untuk desa cantik di Kabupaten Lumajang,” ucapnya.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Kepala BPS Kabupaten Probolinggo yang tidak hadir diwakili oleh Oni Sarmanto, SE. Selaku Kasubag Umum BPS Kabupaten Probolinggo. Dalam sambutannya, Oni menuturkan,” Kedatangan kami ke Desa Tamansuruh ini murni untuk belajar. Nantinya sepulang dari sini, besar harapan kami untuk kami contoh untuk program desa cantik yang ada di Kabupaten Probolinggo. Ke depan, semoga Probolinggo juga mampu menjadi yang terbaik untuk desa cantiknya,” Tuturnya.

Sambutan terakhir ditutup oleh Kepala BPS Kabupaten Bangkalan, Mochamad Sonhaji, B.Sc, M.Sc. Menurutnya,” Saya sangat kagum dengan Banyuwangi. Khususnya Desa Tamansuruh. Saya berharap nanti mendapatkan wawasan serta ilmu dari paparan desa cantik yang akan disampaikan oleh Kepala Desa Tamamsuruh. Selain itu, saya juga ingin belajar terkait budaya yang ada disini. Akan lebih baik jika kami mampu meniru sedikit saja dalam mengimplementasikan ilmu yang kami dapat nanti ditempat kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kang Teguh dalam paparannya juga tidak hanya membahas desa cantik. Pihaknya juga sedikit menyinggung tentang sejarah masa lalu. Antara lain, Lumajang, Probolinggo, Bangkalan dan Banyuwangi merupakan bagian Majapahit Timur dalam sejarah. Hal ini menunjukkan bahwa dulunya kita merupakan serumpun yang sama,” ucapnya mengawali paparannya.

Kemudian, Kang Teguh menyampaikan,” Desa Cantik Tamansuruh sebenarnya sudah lebih dulu mengawali program yang berkaitan dengan desa cantik ini. Mulanya, ide dibuat dengan nama Kampung Statistik dengan menunjuk Dusun Mondoluko sebagai pilot projectnya. Ini pada tahun 2020. Selanjutnya, ditengah perjalanan proses membuat kampung statistik ternyata ada program nasional yaitu Desa Cantik. Kemudian, pihak BPS Kabupaten Banyuwangi mengikut sertakan kita untuk lomba dan alhamdulillah mendapat gelar award desa cantik pada tahun 2021.

“Namun demikian, keberhasilan Desa Tamansuruh meraih award ini bukanlah keberhasilan saya seorang diri. Tetapi, merupakan keberhasilan semua pihak terkait. Termasuk Kepala BPS Kabupaten Banyuwangi pada saat itu. Pak Tri Erwandi, Pembina Desa Cantik saudara Rizki Bimo Santoso dan Dwi Wahyu Triscowati. Dan tentu masih banyak pihak lainnya yang telah membantu keberhasilan desa cantik Tamansuruh, “harapnya. (AWI-Surur).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *