Satpol PP Wilayah Kecamatan Rogojampi di back up Satpol PP Kabupaten Banyuwangi bergerak, Puluhan Siswa Bolos Sekolah Terjaring Kegiatan rutin polisi pamong praja Banyuwangi yaitu berkeliling wilayah, namun tidak disangka, pada saat melintas dikawasan warung kopi terlihat puluhan siswa sedang asik nongkrong pada jam sekolah.
Alhasil, dari situlah akhirnya para siswa ini terkena razia satpol PP di area Mabes , Selasa siang (17/1/2023).

Selanjutnya, puluhan siswa diangkut truk Polisi Pamong Praja ke Mako Satpol PP Kecamatan Rogojampi untuk memberi pembinaan, baik ideologi, mental, budi pekerti, dan kedisiplinan sebagai penerus bangsa.
“Dari kegiatan patroli rutin teman-teman regu siaga pada pagi hari ini di sekitar rest area Jubung didapatkan sekitar 28 dari kriteria siswa yang disinyalir, diduga, bolos sekolah,” Kata Gatot staf Trantif Satpol PP Kec. Rogojampi
Satpol PP Wilayah Kecamatan Rogojampi
dengan BKO Satpol PP Kabupaten Banyuwangi melakukan razia terhadap pelajar yang membolos pada saat jam pelajaran. Dari lokasi sasaran, petugas Satpol PP menjaring 28 pelajar SMP dan SMA yang ketahuan membolos tidak masuk sekolah.

“Dari kegiatan patroli rutin teman-teman regu siaga pada siang hari ini di sekitar Radio Sritanjung FM Rogojampi didapatkan sekitar 28 dari kriteria siswa yang disinyalir, diduga, bolos sekolah,” Kata Gatot staf Trantif Satpol PP Kec. Rogojampi kepada Jurnalnews.
Para pelajar tersebut kemudian dibawa ke Mako Satpol PP Kecamatan Rogojampi untuk dilakukan pembinaan.
”Kami kemudian memanggil guru dan orang tua siswa untuk membuat surat pernyataan,” tambahnya.
Menurutnya operasi rutin tersebut dilakukan petugas pada pukul 11.00 WIB dengan sasaran lokasi, parkiran motor sekitar Stasiun Rogojampi dan area Depan Radio Sritanjung FM Rogojampi atau sering disebut Mabes.
Disebutkan oleh Gatot , 28 pelajar SMA dan SMP yang terjaring berasal dari berbagai sekolah. Tercatat, mereka berasal dari 8 sekolah yang membolos pada saat jam pelajaran.
Gatot merincikan, ada beberapa siswa dari salah satu sekolah negeri di Rogojampi. Kemudian, 4 siswa dari SMK Swasta di Rogojampi. Lainnya siswa dari SMP Kecamatan Songgon dan Kecamatan Singojuruh. Semuanya terjaring di satu tempat.
Ada 28 pelajar itu terdiri dari 24 siswa SMP dan 4 siswa SMA. Ada yang dari Kecamatan Songgon, ada juga pelajar dari Singojuruh,” terang Gatot
Gatot merincikan, ada beberapa siswa dari salah satu sekolah negeri di Rogojampi. Kemudian, 4 siswa dari SMK Swasta di Rogojampi. Lainnya siswa dari SMP Kecamatan Songgon dan Kecamatan Singojuruh. Semuanya terjaring di satu tempat.
“Mereka tertangkap saat lagi asyik nongkrong di tempat itu. Pas ditanya alasannya, katanya gak suka sama pelajarannya dan ada juga alasan lainnya. Jadi kami memang sempat konfirmasi ke sekolah yang bersangkutan, dan bilangnya izin. Setelah tertangkap ini kami langsung lakukan pembinaan di tempat,” katanya.
Satpol PP yang dibackup langsung oleh BKO POL PP Kabupaten Banyuwangi meminta agar para siswa tak lagi membolos. Karena pihaknya tak segan untuk menertibkan secara lebih tegas. Pihaknya akan menggalakkan razia pelajar ini secara berkala. Agar siswa bisa belajar dengan baik dan tidak membolos.
Saat dikumpulkan di Mako Satpol PP Kecamatan Rogojampi, lanjut , pihaknya juga menggeledah tas siswa untuk memastikan mereka membawa senjata tajam atau barang-barang terlarang.
”Saat dilakukan pemeriksaan tas pelajar hanya ada rokok,”ujarnya
Satpol PP yang dibackup langsung oleh BKO POL PP Kabupaten Banyuwangi meminta agar para siswa tak lagi membolos. Karena pihaknya tak segan untuk menertibkan secara lebih tegas. Pihaknya akan menggalakkan razia pelajar ini secara berkala. Agar siswa bisa belajar dengan baik dan tidak membolos.
Sampai berita ini ditayangkan, siswa yang kedapatan membolos baru bisa pulang kalau sudah dijemput oleh guru sekolah masing-masing.(Ilham Triadi)


Komentar