Jurnalnews.com – Bursa Efek Indonesia perwakilan Jawa Timur mengadakan kegiatan gathering bersama pembina dan pengurus Galeri Investasi (GI) se Jawa TImur bertempat di Javanine Resto Malang Kamis, (02/03/2023). Dalam acara tersebut juga dihadiri pengurus Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) se Jawa Timur pula.
Kepala Kantor BEI (Bursa Efek Indonesia) Perwakilan Jawa Timur Dewi Sriana Rihantyasni dalam presentasinya menyampaikan kinerja pencapaian IDX di Tahun 2022 adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat 6.850 naik 4%, nomer ke 6 di seluruh dunia. Kemudian Rata-rata transaksi harian berjumlah 14.7 T naik 10,5% dibandingkan tahun 2021.
Sementara perusahaan tercatat, untuk saham ada 59 pencatatan saham baru dengan total nilai IPO Rp. 33.06 triliun dan untuk utang tercatat ada 122 emisi dari 73 penerbit dengan total IPO Rp. 152 triliun.
“Indek harga saham gabungan tercatat 6.850, naik 4% dan menempati peringkat 6 di seluruh dunia, “kata Dewi Sriana Rihantyasni dengan bangga.
Sehingga menurutnya total perusahaan tercatat, ada 825 saham, 124 obligasi. Sedangkan untuk investor sebanyak 10.311.152 SID, tumbuh 37,7%. Sementara itu, untuk Sharia Capital Market atau Pasar Modal Syariah trend sahamnya mengalami pertumbuhan sebesar 107, 59%.
Lebih lanjut Dewi menyampaikan untuk pasar modal di Jawa Timur periode tahun 2022 adalah tercatat Anggota Bursa sebanyak 50, Aset Manajemen berjumlah 9, Emiten sebanyak 47, Galeri Investasi berjumlah 80 dan Investor dimana SID Pasar Modal adalah 1.360.011 sedangkan SID Saham 587.974.
“Secara year on year (yoy) kenaikan jumlah SID Pasar Modal Jawa Timur sebesar 36,47% dan kenaikan SID Pasar Modal Nasional 37,68%. Untuk SID Saham Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 29,10% dan SID saham Nasional naik sebesar 28,64%, “ungkap Ana panggilan akrab Dewi Sriana Rihantyasni.
Dalam Paparannya, Dewi Sriana R menerangkan bahwa data SID di Jawa Timur, peminat paling dominan dari kalangan usia 18 sampai dengan 25 Tahun. Sedangkan dari sisi gender, laki-laki masih mendominasi dari perempuan.
Lebih lanjut Dewi menjelaskan bahwa ada 10 kota dengan SID Saham terbanyak di Jawa Timur yakni, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Kediri, Jember, Gresik, Banyuwangi, Madiun, Pasuruan dan Mojokerto.
“Capaian kegiatan Jawa Timur adalah 565 Kegiatan yakni masih 4.9% dari total kegiatan secara nasional, “imbuh Dewi Sriana R sambil memberikan motivasi kepada peserta gathering.
Selanjutnya Dewi menginfokan saat ini, di Jawa Timur ada 10 Galeri Investasi (GI) Baru yang siap diresmikan yaitu, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Gerakan Pemuda Anshor Wilayah Jawa Timur, PT. Ulive Education Center, SMA Katolik Frateran Surabaya, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Institut pesantren Sunan Drajat Lamongan, Institut Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan, STAI An Najah Indonesia Mandiri, SMA Negeri 1 Kutorejo, Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi dan Politeknik Negeri Malang.
Menurutnya untuk program kerja tahun 2023 ada 3 program. Yang pertama Jariaah (Belajar Bersama Terkait Pasar Modal Syariah). Kedua, Aksi Terpadu Disabilitas. Ketiga, Duta Pasar Modal BEI dan dengan taglinenya #AKUINVESTORSAHAM. Untuk diketahui, Acara Galeri Investasi BEI Gathering tersebut dihadiri oleh 38 pengurus GI di Jawa Timur.
Penulis : Nur Prasetyo
Editor : J Subhan


Komentar