oleh

Suwito Anak Seorang Petani Pulang Kampung yang Ingin Membangun Desa

Membangun tanah kelahiran.
Ditahun 1992 Suwito sudah meninggalkan kampung halamanya ‘ Gayam’ Gumirih Singojuruh Banyuwangi mengabdikan diri menjadi KOPASUS tentara Nasional Indonesia, banyak cerita dan keluh kesah dan ilmu yang didapat oleh beliau dalam dekade waktu hampir 30 tahun itu,
Beliau ,’ Suwito’ yang hanya anak seorang buruh singkal ” pembajak lahan sawah” dan juga ibunya yang hanya buruh ” gagas” padi tidak berkecil hati dan selalu berkomitmen untuk menjadi benteng pertahanan negara dengan semangat patriotisme banyak sekali tugas negara yang sudah dirampungkan oleh beliau dan juga banyak sekali rakyat kecil yang pernah beliau bantu baik segi materi ,pemikiran, dan mendorong nyali ,bagi masyarakat Banyuwangi khususnya warga Gumirih.

” Saya tahun 92 sudah bertugas ikut bapak ( Prabowo Subianto) mas, dari bapak saya banyak belajar, bagaimana menjadi rakyat ,tentara, yang baik semangat patriotisme untuk membela rakyat masih berkobar hingga saat ini mas, “tegasnya, 16 – April-2023. Ketika disambangi wartawan saat bersantai dijoglonya.

Lalu ,obrolan kita beranjak pada topik pilkada yang akan dihelat di 2024 mendatang, beliau , menyatakan bahwa dirinya akan ikut serta meramaikan perhelatan itu, ya tentunya lewat partai Gerakan Rakyat Indonesia Merdeka “Gerindra ” ,Suwito mendaftarkan diri sebagai aspirator suara rakyat di daerah pilihan 7 ( dapil 7) yang meliputi 3 kecamatan Singojuruh, Sempu, Songgon, berselogan S4, Suwito, Singojuruh, Sempu, dan Songgon layaknya penyambutan pada tamu – tamunya yaitu senyum, sapa, salam, dan santun.

Kemudian masih bincangannya, merambah pada ulasan seputar peningkatan pembangunan sumber daya alam ( SDA) dan Sumber Daya Manusia ( SDM) beliau nantinya akan mengedepankan bukan hanya asas musyawarah tapi eksekusi hasil musyawarah baik segi pembangunan jalan irigasi dan lain lain,dan juga pembangunan fasilitas pendidikan.

” Lihat saja mas, kita buktikan saja, saya dididik untuk tegas, kita tidak cari keuntungan, jika ngomongkan gaji, gaji saya lebih dari 300 JT rupiah perbulan , saya mencalonkan dewan ini hanya kepingin pulang kampung dan membangun kampung, ya tentunya bukan hanya uang saya sendiri tapi kolega- kolega saya di Jakarta melalui dewan akan ada kesinambungan antara legislatif dan eksekutif demi rakyat Banyuwangi, saya juga masih banyak kekurangan jadi jangan sungkan – sungkan memberi masukan positif pada saya, “jlentrehnya dengan kerendahan hati.

Lalu, disegmen terakhir, beliau berharap agar perhelatan pilkada yang akan datang menjadi perhelatan yang sehat yang mendidik dan mencerahkan.dan juga beliau tidak lupa mendoakan pemimpin – pemimpin negara kita ini selalu amanah dan bijaksana. (Ilham S.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *