Komunitas Batik Jawa timur yang beranggotakan dari berbagai wilayah di Indonesia mengunjungi ”Oemah Batik Mbah Sum” yang berada di Kelurahan Temenggungan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur (01/06/2023).
Rombongan yang datang dengan mengendarai Bus, disambut oleh Aekanu Hariyono dan Kang Yanto dari Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi Banyuwangi.
Ki Ageng Laksono yang tergabung dalam Komunitas Batik Jawa Timur mengatakan
Kunjungan kali ini adalah untuk melakukan penelusuran ke para pembatik yang ada di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Probolinggo, Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi, selama tiga hari.
Nanik yang juga peserta dalam rombongan ini mengatakan “Saya peribadi merasa senang bisa bertemu dengan pembatik legendaris seperti mbah Sum ini, yang walau usianya kepala sembilan tetapi masih semangat berkarya tanpa bantuan alat penglihatan, “ungkapnya.

Lebih lanjut Nanik memberi spirit “agar beliau tetap berkarya dan berinovasi menciptakan karya karya baru yang disukai para penyuka batik tulis. Omah Batik Mbah Sum, juga pernah dikunjungi dari Khofifah Gubernur Jawa timur, Khofifah mengatakan “Tidak banyak pengrajin batik yang konsisten dengan produk batik tulis, kebanyakan sudah campuran baik batik tulis cap dan juga printing, “ujar Khofifah pernah tanya kepada Mbah Sum yang didampingi Diah satu satu cucunya yang mewarisi keahlian batik.
“Apakah sampean memproduksi batik tulis saja atau juga batii cap ? dan ternyata Mbah Sum hanya memproduksi batik tulis saja. Tentu ini suatu hal yang konsisten dan tidak banyak yang melakukan, ” ujar Gubernur yang didampingi oleh Bupati Banyuwangi. Mbah Sum menyampaikan setiap lembar batik hasil karyanya selalu dilengkapi dengan cerita filosofi, hal ini dimaksudkan agar memperkuat produk batik itu sendiri.
(AWI)


Komentar