oleh

Semarak Peringatan Kemerdekaan di Desa Sraten, Tradisi Yang Tak Tergoyahkan

BANYUWANGI, Jurnalnews – Acara tahunan peringatan hari kemerdekaan di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, selalu berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Meski terlihat sederhana, antusiasme setiap warga begitu luar biasa.

Setiap tahun, warga desa dengan semangat membawa tumpeng dihias indah dan menggelar karpet di tengah jalan di Dusun Krajan. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam kalender memperingati HUT RI setiap tahunya, sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut kemerdekaan.

Sebelum acara digelar, Kepala Desa Sraten, Arif Rahman Mulyadi, memberikan sambutan hangat di tengah-tengah warga yang berkumpul. Dalam pidatonya, beliau menegaskan betapa pentingnya rasa syukur kita karena dapat merayakan kemerdekaan yang ke-78.

Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab kita sebagai warga Sraten adalah menjaga generasi muda agar terhindar dari pengaruh buruk narkoba dan minuman keras.

“saya berpesan kepada pemuda generasi bangsa, agar menghindari pengaruh buruk narkoba dan minuman keras. Sebab hal – hal tersebut berpotensi merusak mental masa depan bangsa, Bila generasi penerus terjerumus dalam kepahitan, akan menjadi suatu kekecewaan besar bagi para pahlawan yang telah berjuang keras demi kemerdekaan ini.” jelasnya.

Arif Rahman Mulyadi juga menyerukan agar semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara simbolis, namun juga diisi dengan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kebebasan yang kita nikmati harus diisi dengan prestasi, kerja keras, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah sambutan inspiratif dari Kepala Desa, rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh warga dan tokoh agama Desa Sraten.

Dalam suasana penuh khidmat, doa bersama menjadi momen untuk bersyukur atas segala anugerah dan juga untuk memohon kepada Tuhan agar negara ini senantiasa dijaga dari segala ancaman. Para warga berdoa dengan penuh keyakinan, memohon kelancaran dan keberkahan bagi Desa Sraten dan seluruh tanah air.

“Dalam doa ini, terpancar semangat gotong royong dan rasa persatuan yang mewarnai setiap detik kehidupan masyarakat Desa Sraten,” terang Rahman.

Momentum peringatan hari kemerdekaan ini bukan hanya sekadar tradisi, melainkan sebagai ajang untuk merefleksikan arti kemerdekaan sejati dan memastikan bahwa nilai-nilai tersebut terus hidup dalam setiap jiwa warga.

“Semoga semangat yang dilahirkan dari acara ini mampu menginspirasi setiap individu untuk berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan menjaga teguh nilai-nilai kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata,” tegas Rahman.

Tradisi ini telah merajut dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dibenak masyarakat, menjadi wujud penghormatan mendalam kepada para pahlawan yang rela berkorban dalam perjuangan merebut kemerdekaan.

Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, peringatan hari kemerdekaan menjelma menjadi panggung refleksi akan makna kemerdekaan yang sejati. Lebih dari itu, ini akan menjadi tuntutan untuk menjaga agar nilai-nilai mulia ini senantiasa terjaga dan hidup dalam setiap naluri warga. 

Penulis : Rony Subhan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *