oleh

Meningkatkan Usaha Peternak Kambing: Program INKAM dalam Transformasi Peternakan Tradisional

-Ekbis-1.008 views

BANYUWANGI, Jurnalnews – Pada umumnya, peternak kambing atau sapi dalam cara perawatannya secara tradisional sering mengalami kesulitan. Mereka kerap menghadapi berbagai masalah terkait kesehatan hewan ternak mereka, bahkan sampai mengalami kematian mendadak. Selain itu, kesulitan lain yang mereka hadapi adalah dalam mencari rumput, yang menjadi lebih kompleks karena jumlah peternak di setiap desa terus bertambah.

Namun, Kecamatan Cluring memiliki salah satu inovasi yang menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan itu, yaitu Investasi Kampung (INKAM). Melalui program INKAM yang di inisiasi oleh Ropi’I, seorang staf kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, peternak kambing di wilayah tersebut kini memiliki peluang untuk mengatasi berbagai masalah yang mereka hadapi.

“Kami berupaya memberikan solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh para peternak di wilayah kecamatan Cluring. Salah satu permasalahan yang telah kami identifikasi adalah kesulitan yang dihadapi oleh pemilik sapi. Awalnya, kami melihat bahwa pemilik lima ekor sapi kesulitan memenuhi kebutuhan pakan hewan ternak mereka, khususnya rumput. Oleh karena itu, kami mengembangkan program penanaman rumput sebagai langkah untuk memastikan pasokan pakan yang cukup bagi sapi-sapi tersebut. Program ini melibatkan beberapa metode, seperti penggunaan lahan yang luas untuk menanam rumput guna menghindari kekurangan pakan,” jelas Ropi’i.

Tak hanya itu, peternak juga menghadapi masalah serius terkait kepemilikan lahan. Tidak semua dari mereka memiliki lahan sendiri, sehingga merancang solusi menjadi semakin rumit ketika peternak kekurangan lahan untuk menanam rumput.

“Kami bersama dengan tim melakukan pencarian lahan kering yang dimiliki oleh warga yang terbengkalai. Kemudian, kami menawarkan pemiliknya untuk menanam rumput dengan menggunakan bibit dan teknik penanaman yang kami sediakan. Namun, upaya kami tidak terbatas hanya pada lahan milik warga. Kami juga menargetkan tanah desa yang tidak produktif dan menawarkannya melalui mekanisme lelang agar kami dapat mengelolanya,” ungkap Ropi’i.

Sebagai langkah awal, tim INKAM telah melakukan uji coba yang sangat sukses. Mereka merawat 13 sapi milik warga dan menanam rumput jenis odot seluas 2 hektar di tanah yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah yang sebelumnya terbengkalai. Hasilnya sungguh memuaskan, 13 ekor sapi mendapatkan pasokan pakan yang cukup, bahkan 2 hektar lahan yang ditanami rumput jenis odot tidak hanya mencukupi makanan untuk 13 ekor sapi, tetapi juga menghasilkan surplus yang dapat dijual kepada peternak lain.

Semua upaya untuk memberikan solusi bagi seluruh peternak di Kecamatan Cluring telah dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh tim INKAM. Lebih dari itu, pada tanggal 2 September 2023, di sebuah warung makan di wilayah Cluring, sekelompok peternak kambing telah berkumpul atas undangan dari tim INKAM. Mereka datang bersama untuk bertemu dan berinteraksi dengan seorang Profesor dari Universitas Brawijaya, yaitu Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, Profesor. Dr. SC. AGR. Ir. Suyadi, MS. IPU., ASEAN ENG.

Foto : Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, Profesor. Dr. SC. AGR. Ir. Suyadi, MS. IPU., ASEAN ENG. (Doc. Rony).
Foto : Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, Profesor. Dr. SC. AGR. Ir. Suyadi, MS. IPU., ASEAN ENG. (Doc. Rony).

Pada kesempatan tersebut, Profesor. Dr. SC. AGR. Ir. Suyadi, MS. IPU., ASEAN ENG. memberikan pemahaman yang berharga tentang bagaimana menjalankan usaha ternak yang efektif, yang berarti memberikan pengetahuan kepada para peternak untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam beternak kambing.

Menurut Prof Suyadi, berternak kambing melibatkan beberapa unsur penting, yaitu sumber daya manusia (SDM), bibit, kandang, pakan, dan pasar. Namun, di antara kelima unsur tersebut, ia menekankan bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah yang paling krusial.

“Semua unsur ini memiliki peranannya masing-masing, namun yang paling penting adalah SDM. SDM adalah yang memimpin perubahan dari beternak secara tradisional menjadi usaha bisnis yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman tentang perhitungan untung-rugi, keterampilan praktis, pengetahuan yang kuat, serta kemampuan mengatasi berbagai masalah yang mungkin muncul dalam dunia beternak,” terangnya.

Profesor Suyadi merasa sangat bangga atas gagasan yang diusulkan oleh tim INKAM Cluring. Mengapa demikian? Gagasan mereka yang brilian adalah tentang menanam rumput, karena ketika tersedia rumput, maka kambing dan sapi akan mendekat. Menurut Profesor Suyadi, kunci kesuksesan seorang peternak adalah kedisiplinan dan pemahaman terhadap lima aspek penting yang harus diingat.

Seorang peternak yang sukses haruslah rajin dan memahami kelima hal penting ini. Itu dimulai dengan kesiapan pribadi dan tekad yang kuat, yang kemudian berkembang menjadi perencanaan yang matang terkait pakan, infrastruktur usaha ternak, kondisi kandang, bibit yang berkualitas, serta pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperlukan, dan akhirnya pemahaman tentang pasar yang akan dihadapi.

“Yang pertama adalah memiliki niat yang kuat, kemudian kelima hal yang telah saya sebutkan tadi, dan yang terakhir adalah pemahaman tentang pasar,” ungkap Profesor Suyadi ketika diundang untuk menghadiri acara kumpul bareng, konsultasi, dan pendampingan dalam pengembangan domba berbasis partisipasi masyarakat.

Foto : Peternak kambing kumpul bareng di acara konsultasi dan pendampingan, oleh Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, Profesor. Dr. SC. AGR. Ir. Suyadi, MS. IPU., ASEAN ENG. (Doc. Rony).
Foto : Peternak kambing kumpul bareng di acara konsultasi dan pendampingan, oleh Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, Profesor. Dr. SC. AGR. Ir. Suyadi, MS. IPU., ASEAN ENG. (Doc. Rony).

Dalam acara tersebut, selain dihadiri oleh Profesor. Dr. SC. AGR. Ir. Suyadi, MS. IPU., ASEAN ENG., Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, turut hadir juga Margawati Nur Wulandari, seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi.

Menurutnya, perkembangan peternakan di wilayah Kecamatan Cluring sangat menggembirakan. Salah satu contohnya adalah usaha peternak kambing yang semakin berkembang berkat berbagai program, seperti bantuan bibit ternak dan pelatihan teknis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia peternak.

“Kami, sebagai tim teknis, siap memberikan pendampingan untuk memastikan bahwa peternak tidak hanya mengembangkan usaha ternak secara umum, tetapi juga memiliki keunggulan dengan memiliki ternak berkualitas yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih tinggi,” jelas Margawati saat berkesemapatan memberi paparan.

Acara yang diadakan pada sabtu pukul 09.00 WIB itu dihadiri oleh perwakilan peternak dari 9 desa di Kecamatan Cluring. Mereka hadir mewakili kelompok ternak mereka, dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang peternak kambing. Selain dengan penuh hikmat mendengarkan informasi dari narasumber, mereka juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai permasalahan yang mereka hadapi dalam beternak.

Selain Profesor Suyadi, acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa kepala desa dan tenaga teknis dari Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi.

Penulis : Rony Subhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *