oleh

Pentingnya Tera pada Timbangan: Mengapa di Wilayah Kecamatan Cluring Minim?

BANYUWANGI, Jurnalnews – Tera merupakan suatu proses pengujian yang dilakukan pada alat ukur. Sementara itu, tera ulang adalah pengujian berkala yang dilakukan untuk memastikan keakuratan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) yang digunakan dalam kegiatan perdagangan.

Proses tera harus dilaksanakan di kantor Metrologi yang berada di Unit Metrologi Legal Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi. Saat ini, sedang dilakukan kegiatan jemput bola di seluruh kecamatan di Banyuwangi untuk memfasilitasi proses tera ulang.

Foto : Sejumlah timbangan di uji dan diperbaiki keakuratannya, uji tera di laksanakan di halaman kecamatan Cluring. (Doc. Rony).
Foto : Sejumlah timbangan di uji dan diperbaiki keakuratannya, uji tera di laksanakan di halaman kecamatan Cluring. (Doc. Rony).

Pelayanan tera ulang untuk timbangan bertujuan memudahkan para pedagang dalam melakukan uji berkala terhadap alat ukur pada timbangan. Kegiatan tera ulang dilakukan untuk memastikan keakuratan alat ukur yang digunakan oleh pedagang.

Proses tera untuk jemput bola dilakukan di halaman kantor kecamatan Cluring pada Selasa, 26 September 2023. Adi Wijaya, Fungsinal Penera Unit Metrologi Banyuwangi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program jemput bola khusus untuk pedagang.

“Kami melaksanakan tera ulang sebagai upaya memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke kantor Metrologi. Kami menyambangi setiap kecamatan untuk membantu para pedagang,” ujarnya.

Adi Wijaya berharap kepada pedagang atau siapa pun yang memiliki timbangan untuk segera menyerahkan timbangannya untuk diuji. Dia juga mengajak untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memperbaiki timbangan, mengingat tidak semua orang dapat memperbaiki timbangan, kecuali tukang yang telah dipersiapkan secara khusus.

foto : Timbangan yang sudah tidak akurat dan rusak diperbaiki. tukang khusus sedang memperbaiki timbangan. (Doc. Rony).
foto : Timbangan yang sudah tidak akurat dan rusak diperbaiki. tukang khusus sedang memperbaiki timbangan. (Doc. Rony).

Hingga saat ini, sosialisasi di kecamatan Cluring telah dilaksanakan. Namun, dari para pedagang yang membawa timbangannya untuk diuji atau ditera, hanya sejumlah 44 timbangan duduk (CB) dan 5 timbangan meja yang terlibat. Hal ini mencerminkan kurangnya kesadaran dari para pedagang di wilayah tersebut.

“Kami sebenarnya telah melakukan sosialisasi sebelum pelaksanaan kegiatan ini, namun jumlah pedagang yang membawa timbangannya terbatas,” ungkap Adi Wijaya kepada Jurnalnews.com.

Jumlah pedagang yang membawa timbangannya untuk ditera memang mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adi Wijaya mengatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak pedagang harus menutup usaha, dan kemungkinan itulah yang mempengaruhi jumlah yang minim pada timbangan yang ditera kali ini.

Dalam acara tersebut, terdapat total 44 timbangan duduk dan hanya 5 timbangan meja yang ikut serta dalam pengujian. Adapun biaya administrasi yang harus dibayarkan oleh pedagang adalah sebesar 60 ribu rupiah untuk timbangan duduk (CB), dan 40 ribu rupiah untuk setiap timbangan meja.

Reporter : Rony Subhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *