oleh

Fakultas Vokasi UNAIR dan Bapas Kelas I Surabaya Berkolaborasi Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Klien Pemasyarakatan

Sidoarjo, Jawa Timur (22 Oktober 2025) — Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Program Studi D3 Manajemen Pemasaran menjalin kerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya dalam program pengabdian kepada masyarakat bertema “Pelatihan Kewirausahaan dan Keterampilan Kerja Era Digital bagi Klien Pemasyarakatan.”

Kegiatan yang berlangsung pada 15–22 Oktober 2025 di Griya Abhipraya Surabaya, Porong, Sidoarjo ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan mendukung proses reintegrasi sosial bagi narapidana serta mantan narapidana.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi tentang kewirausahaan, perencanaan produk, strategi branding, hingga pemasaran digital menggunakan berbagai platform media sosial. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang dibagi menjadi 3 sesi menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan signifikan dalam pemahaman serta motivasi berwirausaha.

Menurut Damar Kristanto, dosen pengampu Program Studi D3 Manajemen Pemasaran UNAIR, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan dalam memperkuat kemandirian sosial ekonomi kelompok rentan.

“Kemandirian ekonomi merupakan kunci menekan angka residivisme. Melalui pelatihan ini, kami berupaya membekali peserta dengan keterampilan yang relevan agar mampu berdaya saing di era digital,” ujarnya.

Selain pelatihan wirausaha, peserta juga mendapat pembekalan terkait etos kerja dan kesiapan menghadapi tantangan dunia industri modern. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata peningkatan pemahaman peserta naik signifikan dari pra-pelatihan hingga pascapelatihan.

Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian UNAIR dan Bapas Surabaya membentuk grup komunikasi daring sebagai wadah berbagi informasi, pendampingan usaha, serta motivasi berkelanjutan.

Perwakilan Bapas Surabaya, Yoyon, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi akademisi dalam mendukung pemberdayaan mantan narapidana.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian peserta, agar mereka dapat membuka usaha sendiri dan menjadi contoh bahwa setiap individu berhak memperoleh kesempatan kedua,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Vokasi UNAIR menegaskan komitmennya dalam menjalankan peran tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan serta mendorong terciptanya masyarakat inklusif dan produktif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *