Banyuwangi, Jurnalnews.com – Pembangunan Gedung Sanggar Tani di kawasan Bendung Bajulmati kini hampir selesai dan siap dimanfaatkan. Bangunan yang berdiri di atas lahan strategis perbatasan Banyuwangi–Situbondo ini merupakan realisasi usulan para petani setempat sebagai sarana penunjang kegiatan pertanian dan pengelolaan sumber daya air.
Gedung berukuran 12 x 6 meter tersebut dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan sektor pertanian, khususnya di wilayah yang bergantung pada sistem irigasi.
Koordinator Sumber Daya Air PU Pengairan Banyuwangi, Puput Waskito, mengungkapkan bahwa saat ini proses pembangunan sudah memasuki tahap akhir. “Pekerjaan tinggal finishing, seperti pemasangan tulisan ‘Sanggar Tani’, penyelesaian kamar mandi, serta sebelumnya sudah dipasang tandon air,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, nantinya sanggar tani akan difungsikan sebagai pusat kegiatan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dari Banyuwangi dan Wonorejo, Situbondo. Selain sebagai tempat berkumpul dan koordinasi petani, bangunan ini juga memiliki fungsi penting dalam sistem pengendalian banjir di kawasan Bendung Bajulmati.
“Di sini juga dilengkapi papan duga yang berfungsi untuk memantau kondisi pertanian, mulai dari luas tanam padi dan palawija hingga debit air di sisi kanan dan kiri Bajulmati,” tambahnya.
Dengan hampir rampungnya pembangunan tersebut, Puput berharap masyarakat, khususnya para petani, dapat turut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan harapan bersama. (Venus)


Komentar