Banyuwangi, Jurnalnews.com – Kepengurusan baru Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wongsorejo masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi pada Minggu malam (7/6/2026) di Pendopo Kecamatan Wongsorejo. Kegiatan tersebut dirangkai dengan pengajian ke-NU-an yang disampaikan oleh KH. Dr. Abdullah Samsul Arifin.
Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi, unsur Forkopimka Wongsorejo, anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, serta badan otonom NU tingkat kecamatan seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.
Turut hadir pula jajaran pengurus MWCNU periode sebelumnya mulai dari unsur Mustasyar, Syuriyah, hingga Tanfidziyah, serta perwakilan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Wongsorejo.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Wongsorejo, Hasan Bashori, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan rangkaian pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah awal kepengurusan yang dipimpinnya adalah melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting.
“Kami akan segera mengkonsolidasikan organisasi, menyatukan kembali ranting-ranting yang kemarin pada saat pemilihan berbeda pandangan. Selanjutnya kami akan menyusun program kerja yang bermanfaat dan menyentuh langsung masyarakat Wongsorejo, mengingat sekitar 99 persen warga di kecamatan ini merupakan warga Nahdliyin,” tegas Hasan Bashori.
Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, Ahmad Turmudzi, menegaskan bahwa pihaknya juga tengah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh mulai dari tingkat cabang, MWC, hingga ranting.
“Sudah kami rapatkan untuk melakukan penjadwalan konsolidasi organisasi. Harapan kami, seluruh elemen NU mulai dari MWCNU, Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU dan IPPNU dapat berjalan bersama tanpa sekat dan tanpa jarak. Program sebaik apa pun tidak akan berjalan apabila organisasinya tidak solid. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaktifkan kembali soliditas organisasi,” jelas Ahmad Turmudzi.
Ia menambahkan, PCNU Banyuwangi juga telah melaksanakan musyawarah kerja serta rapat-rapat kelembagaan sebagai bagian dari upaya transformasi sistem organisasi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengintegrasikan sistem keorganisasian sekaligus menegaskan posisi organisasi agar tetap independen dan terbebas dari berbagai bentuk intervensi politik praktis.
Sebelumnya, kepengurusan baru MWCNU Kecamatan Wongsorejo masa khidmat 2026–2031 terbentuk melalui Konferensi XI yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Wongsorejo, pada 25 April 2026.
Dalam konferensi tersebut, Ustadz Solihin yang sebelumnya menjabat sebagai Rais Syuriyah Ranting NU Desa Bajulmati terpilih sebagai Rais Syuriyah MWCNU Wongsorejo. Sementara Hasan Bashori dipercaya menjadi Ketua Tanfidziyah setelah memperoleh 13 suara, mengungguli Ustadz Syafullah yang meraih 9 suara dari total 22 suara sah utusan ranting se-Kecamatan Wongsorejo.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan MWCNU Wongsorejo semakin solid dalam menjalankan program-program keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat di wilayah Kecamatan Wongsorejo.
(Venus)


Komentar