oleh

Puluhan KK di Desa Alasrejo Hidup Tanpa Jamban, BAB di Curah Jadi Kebiasaan Turun-Temurun

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Potret memprihatinkan masih terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Di balik hamparan perkebunan kapuk PT Alasrejo Cita Nusantara, puluhan keluarga di RT 01 RW 04 Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, hingga kini masih hidup tanpa fasilitas jamban yang layak.

Dari total 55 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut, hanya delapan KK yang memiliki jamban. Sementara puluhan keluarga lainnya terpaksa buang air besar (BAB) di curah atau sungai kecil yang tidak memiliki aliran air tetap. Saat musim kemarau, sebagian warga bahkan memanfaatkan area belakang rumah sebagai tempat BAB karena tidak memiliki pilihan lain.

“Kami tidak punya uang untuk membuat WC. Dari dulu warga di sini kalau buang air besar ya di curah belakang rumah,” ujar Sutini (51), warga setempat, Sabtu (4/7/2026).

Keluhan serupa disampaikan Susiati (47). Menurutnya, mayoritas warga merupakan keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas sehingga pembangunan jamban menjadi kebutuhan yang sulit diwujudkan.

“Iya, di sini dekat curah. Mau buat kakus atau WC biayanya mahal, kami tidak mampu,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menggambarkan masih rendahnya akses sanitasi layak di wilayah terpencil Banyuwangi. Lingkungan RT 01 RW 04 Dusun Alasmalang berada terpisah dari permukiman utama karena dikelilingi area perkebunan kapuk PT Alasrejo Cita Nusantara. Secara geografis, kawasan itu justru lebih dekat dengan wilayah Pal 7 Desa Wongsorejo dan Desa Sidowangi.

Ironisnya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga harus bergotong royong mengumpulkan dana agar dapat memperoleh sambungan air dari wilayah Pal 7 Desa Wongsorejo. Bahkan jaringan listrik yang digunakan warga juga berasal dari dua wilayah berbeda, yakni Desa Wongsorejo dan Desa Sidowangi.

Susiati yang juga merupakan istri Ketua RT berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait terhadap kondisi sanitasi di lingkungannya. Menurutnya, keberadaan jamban bukan sekadar fasilitas, tetapi menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk hidup sehat dan menjaga lingkungan.

Warga berharap program bantuan pembangunan jamban sehat maupun peningkatan sanitasi dapat segera menyentuh permukiman mereka, sehingga kebiasaan buang air besar di ruang terbuka yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dapat segera diakhiri. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *