oleh

Nyaris Jadi Korban Begal di Alasrejo, Pelaku Hendak Memukul

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Detik-detik mencekam dialami seorang ibu muda bersama putrinya yang masih balita saat melintas di wilayah Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu malam (30/8/2026).

Tri Kartika Sari, warga Dusun Galekan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, nyaris menjadi korban pembegalan ketika perjalanan pulang usai menjemput putrinya yang belum genap berusia lima tahun dari mengaji.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat melintas di kawasan jembatan Kramasan, korban mengaku sempat menyalip sepeda motor Honda Supra tanpa nomor polisi yang dikendarai seorang pria mengenakan jaket.

Namun, sekitar 100 meter ke arah utara, pengendara motor tersebut tiba-tiba mendekati korban beberapa kali.

Korban yang merasa curiga berusaha mempertahankan kecepatan motornya. Namun, ketika berada di depan Rumah Makan Valentine, pelaku kembali memepet kendaraan korban.

“Saya takut tas saya ditarik, kemudian saya dan anak saya malah jatuh. Akhirnya saya berhenti sebentar di depan lapak penjual durian,” ungkap Tri.

Bukannya meninggalkan korban, pengendara tersebut justru ikut berhenti dan mendekati korban yang saat itu sedang membenahi posisi tasnya.

Menurut Tri, pelaku sempat melihat ke kanan dan kiri seperti memastikan kondisi sekitar sebelum mendekatinya.

“Orangnya tolah-toleh ke kanan kiri. Setelah melihat tidak ada kendaraan yang melintas, langsung mendatangi saya. Saat sudah dekat, tiba-tiba orang itu mau memukul saya,” tuturnya.

Dalam kondisi panik, korban secara spontan langsung memutar gas motornya dan melarikan diri bersama putrinya.

Motor langsung digas pol.

Beruntung, aksi tersebut membuat korban berhasil lolos dari pelaku. Tri kemudian memacu kendaraannya menuju SPBU Alasrejo yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Setibanya di SPBU, korban yang masih dalam kondisi ketakutan langsung meminta pertolongan kepada pedagang dan warga yang berada di sekitar lokasi.

“Saya takut banget, akhirnya minta tolong sama pedagang yang ada di SPBU. Untungnya pelaku tidak berhenti dan terus melintas. Sama orang-orang di SPBU langsung diteriaki saat orang itu lewat,” kata Tri.

Karena masih trauma dan khawatir pelaku kembali mengejar, korban kemudian meminta ditemani seorang pengendara lain yang kebetulan melintas menuju arah yang sama.

“Saya kalau tidak salah lihat, motornya belok ke arah barat di jalan selatan Masjid Alasrejo. Saya terus saja karena masih takut banget,” bebernya.

Sementara itu, seorang pedagang di sekitar SPBU Alasrejo membenarkan kedatangan korban bersama anaknya dalam kondisi ketakutan.

“Iya, ibu sama anaknya tadi memang datang ke sini. Dia takut banget karena katanya nyaris dibegal sama orang,” ungkap pedagang tersebut.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan korban ke Polsek Wongsorejo. Laporan tersebut langsung mendapat perhatian jajaran kepolisian.

Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan, memastikan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kami akan melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban tersebut untuk mempersempit ruang gerak pelaku berdasarkan ciri-ciri motor yang digunakan pelaku di Desa Alasrejo dan Kecamatan Wongsorejo,” tegas AKP Eko Darmawan.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat, khususnya pengendara perempuan, agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di kawasan yang sepi pada malam hari.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Wongsorejo yang dipimpin Kanit Reskrim Aipda Oktorio Wisnu Pradana langsung membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap dugaan percobaan pembegalan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pelaku berdasarkan keterangan korban serta ciri-ciri kendaraan yang digunakan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berkendara seorang diri maupun bersama anak di kawasan yang minim penerangan dan relatif sepi.

(Venus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *