Banyuwangi, Jurnalnews.com – Di hari pertama menduduki kursi Penjabat (Pj) Kepala Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Turik langsung tancap gas. Usai resmi dilantik pada Jumat malam (4/9/2026), ia tak ingin membuang waktu untuk membenahi sejumlah pekerjaan rumah (PR) pemerintahan desa yang harus segera dituntaskan.
Meski pada Senin (7/9/2026) pagi harus terlebih dahulu melakukan ceklok di Kantor Kecamatan Wongsorejo lantaran dirinya merupakan ASN sekaligus staf kecamatan, Turik tetap menunjukkan komitmennya untuk langsung bekerja di hari pertama sebagai Pj Kades Bengkak.
Langkah awal yang akan dilakukan Turik adalah mengumpulkan seluruh perangkat desa. Ia ingin membangun kembali kekompakan sekaligus meningkatkan kedisiplinan aparatur pemerintahan desa agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih maksimal.
“Awal masuk akan saya rapatkan. Pertama saya tekankan tentang kekompakan perangkat desa, karena selama ini dirasa kurang dan harus kompak. Yang kedua terkait kinerja. Selama ini teman-teman kalau datang di atas jam 8, ini butuh didisiplinkan dan mematuhi peraturan yang ada,” tegas Turik kepada Jurnalnews.
Menurutnya, kedisiplinan perangkat desa bukan sekadar persoalan jam masuk kerja, namun menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang profesional. Sebab, perangkat desa merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Selain pembenahan internal, Turik juga mengungkapkan salah satu pekerjaan mendesak yang menjadi prioritasnya adalah pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ia berharap keberadaan BUMDes nantinya mampu menjadi salah satu motor penggerak perekonomian sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Bengkak.
“Saat ini kami segerakan membentuk BUMDes karena jadi harapan masyarakat. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan teman-teman juga mendukung kinerja di sini,” ujar Turik.
Tak hanya bicara program, Turik menyadari bahwa menjalankan roda pemerintahan desa tidak mungkin dilakukan seorang diri. Dukungan perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, warga hingga insan media menurutnya sangat diperlukan untuk mengawal jalannya pemerintahan.
Bahkan, jika nantinya mendapat kepercayaan untuk melanjutkan tugas sebagai Pj Kades Bengkak hingga proses pemilihan kepala desa definitif, Turik secara terbuka meminta dukungan sekaligus masukan dari masyarakat dan media.
“Kalau saya disuruh kerja sendiri tidak mungkin. Harus ada dukungan dari teman-teman desa, masyarakat juga media-media yang lain agar ada masukan untuk saya. Negatif positif itu pasti ada, apalagi di desa, pasti ada sorotan warga,” katanya.
Turik mengaku siap menerima kritik maupun sorotan selama hal tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan desa.
Dengan semangat “langsung kerja, langsung benahi”, langkah awal Turik kini menjadi perhatian warga Bengkak. Mampukah Pj Kades baru ini mengubah wajah pelayanan pemerintahan desa, membangun kekompakan perangkat, sekaligus mewujudkan BUMDes yang selama ini dinantikan masyarakat. (Venus).


Komentar