Banyuwangi, Jurnalnews.com – Jembatan penghubung antara Desa Sidowangi dan Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, diresmikan pada Jumat malam, 11 September 2026.
Peresmian jembatan yang dibangun melalui swadaya dan gotong royong masyarakat tersebut dirangkai dengan doa bersama. Kegiatan dihadiri unsur Forpimka Wongsorejo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sidowangi dan Desa Bajulmati.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sidowangi Muansin yang mewakili panitia menyampaikan laporan terkait proses pembangunan sekaligus penggunaan dana pembangunan jembatan.
Muansin menyebut, total pemasukan yang berhasil dihimpun dari sumbangan masyarakat dan dukungan Pemerintah Desa mencapai lebih dari Rp400, juta.
“Alhamdulillah pemasukan dari hasil sumbangan masyarakat ditambah dengan dana dari pemerintah desa total Rp400.908.300. Pengeluaran hingga malam ini sebesar Rp440.942.000, jadi minus sebesar Rp40.033.700,” ujar Muansin.
Sebelum menyampaikan laporan keuangan, Muansin juga menceritakan perjalanan pembangunan jembatan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Ia mengaku bangga melihat kekompakan masyarakat dari dua desa yang bahu-membahu mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.
“Saya merasa bangga atas kekompakan dan gotong royong warga, baik dari Sidowangi maupun Bajulmati. Terus terang saya bangga dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang turut membuat sejarah pembangunan jembatan hasil swadaya masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Wongsorejo Mohammad Mahfud menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Sidowangi dan warga Dusun Badolan, Desa Bajulmati, yang telah berhasil membangun jembatan melalui kekuatan swadaya masyarakat.
Mahfud mengaku terkesan melihat hasil pembangunan tersebut. Menurutnya, kondisi jembatan sebelum dibangun sangat sempit dan kurang memadai untuk aktivitas masyarakat.
Ia bahkan mengaku tidak menyangka jembatan yang dibangun dengan swadaya masyarakat tersebut dapat berdiri dengan kondisi yang menurutnya sangat baik.
“Saya sangat bangga. Saya tidak menyangka jembatan ini hasil swadaya masyarakat bisa sebagus ini. Bangunannya seperti dibangun pemerintah,” kata Mahfud.
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan contoh nyata semangat gotong royong yang sejalan dengan program pemerintah melalui Tandang Bareng.
Ia juga memberikan apresiasi kepada kaum ibu yang turut berkontribusi selama proses pembangunan, termasuk menyediakan konsumsi dan membantu kebutuhan para pekerja.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang meluangkan waktunya memberikan konsumsi dan memasakkan untuk para tukang. Ini adalah bentuk gotong royong yang luar biasa,” ujarnya.
Mahfud berharap semangat serupa dapat ditiru desa-desa lain di Kecamatan Wongsorejo. Ia juga berencana menyampaikan keberhasilan pembangunan jembatan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Peresmian jembatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan sekaligus harapan agar jembatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sidowangi, Desa Bajulmati, khususnya warga yang selama ini menggunakan akses penghubung tersebut. (Venus).


Komentar