Taman Baca Masyarakat Al Djawahir Gambiran antusias menyambut Kunjungan Silaturahmi dan Safari Berkisah oleh pengkisah Nasional yang akrab dipanggil Kak Bimo, Selasa (15/9/26). Pada kunjungan tersebut, rombongan yang terdiri dari Kak Bimo didampingi oleh Rombongan Tim Safari Berkisah YDSF Kab. Banyuwangi disambut langsung oleh Ketua TBM Al Djawahir. Kegiatan kunjungan ini menjadi momentum untuk Kak Bimo bersilaturahmi ke penggiat Literasi Banyuwangi.
Ketua TBM Al Djawahir, Dafik Ismail menyampaikan apresiasi kehadiran Kak Bimo dan Tim Safari Berkisah YDSF Kab. Banyuwangi, mengingat kunjungan ini sangat dinantikan dan menjadi kebanggan tersendiri ketika perpustakaan pribadinya dikunjungi oleh tokoh Nasional. Bambang Bimo Suryono atau yang dikenal dengan sebutan Kak Bimo. Kak Bimo lahir di Yogyakarta dan telah menjalani profesi sebagai pendongeng sejak tahun 1972. Kak Bimo sendiri telah tercatat sebagai peraih dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori ilustrasi suara terbanyak dan mendongeng dengan audiensi terbanyak.
“Selamat datang dan terima kasih kami ucapkan kepada Kak Bimo beserta rombongan Tim Safari Berkisah YDSF Kab. Banyuwangi di TBM Al Djawahir Gambiran yang cukup cerah pada hari ini. Kami sangat mengapresiasi dan senang sekali, meskipun kunjungan ini dilaksanakan ditengah padatnya jadwal berkisah, tidak menyurutkan semangat Kak Bimo dan Rombongan Tim Safari Berkisah untuk mengunjungi tempat kami ini,” ungkap Dafik.
Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian Safari Berkisah tersebut. Dengan diawali pelatihan berkisah pada tanggal 13 September 2026 di gedung pramuka, hingga safari berkisah sampai tanggal 16 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Kak Bimo terjadwal safari berkisah dihadapan ratusan santri di Genteng, Banyuwangi.
Kak Bimo berkisah di MI Mutiara Imam Syafi’i, MIT Insan Mandiri dan LPTQ Kembiritan di Masjid Al Ikhlas.
Syaiful Anwar, S.Pd selaku pengurus LPTQ Kembiritan merasa senang dengan kedatangan Kak Bimo, “Alhamdulillah, kegiatan mendongeng tadi lancar dan anak-anak sangat senang dihadapan 250 santri dari 9 lembaga. Dongeng yang disampaikan menghibur sekaligus memberikan nilai-nilai kebaikan, sehingga santri-santri terlihat antusias dan menikmati setiap momen dalam kegiatan ini.”
Selain mendengarkan kisah inspiratif, para siswa-siswi dan santri TPQ juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan donasi kemanusiaan melalui YDSF, yang nantinya akan diberikan kepada pihak yang membutuhkan. Semangat berbagi ini menjadi bagian penting dalam kegiatan Safari Berkisah, di mana pendidikan tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial.
“Terimakasih Tim Panitia Safari Berkisah yang terus mendampingi kegiatan ini, dan terimakasih juga kepada adik-adik yang sudah mendonasikan sebagian hartanya. Insya Allah donasi ini akan kami salurkan kepada para korban bencana yang terjadi fi beberapa wilayah Indonesia.” Ungkap Yulia selaku kepala YDSF Cabang Banyuwangi.
Uniknya selain kegiatan silaturahmi, Kak Bimo mendapat servis relaksasi dari anggota Sedulur Terapi Tradisional Blambangan Banyuwangi, penterapis yang ahli dibidang akupresur dan akupuntur ini memberikan full servis kepada Kak Bimo yang terlihat kelelahan ditengah padatnya jadwal namun tetap bersemangat dalam melaksanakan semua rundown dari panitia. “Ustadz Dafik seperti bisa membaca pikiran saya, kalau saya ingin cari tukang pijet sembari menunggu jadwal safari berkisah selanjutnya. Terimakasih untuk servis relaksasinya, ini menjadi charger energi saya untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya” ungkap Kak Bimo yang mendapatkan 2 rekor MURI.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlangsung di berbagai sekolah lainnya, sebagai ajang inspiratif yang menumbuhkan kecintaan terhadap kisah-kisah baik, serta semangat berbagi sejak usia dini. (Qurrota A’Yunin/JN)


Komentar