BANYUWANGI – Wajah infrastruktur di pelosok Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, kini berubah. Jalan yang sebelumnya hanya berupa jalan tanah dan kerap menyulitkan warga, kini menjelma menjadi jalur paving yang lebih kokoh dan nyaman dilalui.
Perubahan tersebut hadir melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bumi Suksesindo (PT BSI), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Pada 2026 ini, PT BSI kembali menggelontorkan program PPM untuk pembangunan infrastruktur di Dusun Ringinagung. Kali ini, pavingisasi dilakukan sepanjang 800 meter dengan lebar 4 meter, membentang dari jembatan Sungai Kali Gonggo hingga perempatan Congyan.
Pengerjaan proyek tersebut dilakukan sejak Agustus hingga September 2026.
Jalur tersebut bukan sekadar akses penghubung antarkawasan. Keberadaannya cukup vital karena setiap hari dilintasi pelajar SMPN 2 Pesanggaran dan MI Roudlotul Huda Pesanggaran. Jalan itu juga menjadi akses penting bagi petani serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kepala Dusun Ringinagung, Agus Romadhon, menyambut positif pembangunan tersebut. Ia mengaku bersyukur atas perhatian PT BSI terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat di wilayahnya.
Menurut Agus, seluruh biaya pembangunan pavingisasi tersebut ditanggung PT BSI. Tidak hanya membangun infrastruktur, pelaksanaan proyek juga menerapkan sistem padat karya dengan melibatkan warga sekitar.
“Jadi, selain mendapatkan fasilitas infrastruktur yang jauh lebih baik, warga kami juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari ikut bekerja dalam proyek ini,” ujar Agus Romadhon, Sabtu (26/9/2026).
Agus mengatakan, kondisi jalan sebelum dilakukan pavingisasi cukup memprihatinkan. Ketika musim kemarau, jalan tanah tersebut menghasilkan debu yang cukup tebal. Sebaliknya, saat hujan turun, permukaan jalan berubah menjadi becek, berlumpur dan licin.
Kondisi itu tentu cukup menyulitkan masyarakat, terlebih bagi para pelajar yang setiap hari harus melewati jalur tersebut.
Kini, kondisi itu mulai berubah. Permukaan jalan yang telah dipaving membuat akses warga menjadi lebih nyaman, termasuk bagi anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
“Dengan dipaving seperti sekarang, anak-anak sekolah dan masyarakat umum jadi lebih aman dan nyaman saat berkendara,” tambahnya.
Program PPM yang dijalankan PT BSI sendiri mengacu pada delapan bidang utama dalam cetak biru (blue print) yang diamanatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pembangunan jalan di Dusun Ringinagung menjadi salah satu bentuk implementasi program tersebut di tingkat masyarakat.
Tak hanya di Ringinagung, program PPM PT BSI juga terus disalurkan di sejumlah wilayah Banyuwangi, terutama kawasan ring satu yang meliputi Kecamatan Pesanggaran dan Siliragung.
Bagi masyarakat pelosok, pembangunan infrastruktur semacam ini bukan hanya soal perubahan wajah jalan. Jalan yang lebih layak juga membuka akses yang lebih mudah bagi pendidikan, pertanian, aktivitas ekonomi hingga mobilitas warga sehari-hari.
Di wilayah selatan Banyuwangi, pembangunan infrastruktur tersebut perlahan membuat sejumlah akses perdesaan menjadi lebih mudah dilalui dan mendukung aktivitas masyarakat di kawasan yang berada jauh dari pusat perkotaan.


Komentar