oleh

Kecelakaan Maut di Bangsring, Pengendara Astrea Legenda Meninggal Ditempat 

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Situbondo–Banyuwangi, tepatnya di utara Masjid Nurul Karim, Dusun Krajan I, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 05.50 WIB.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Astrea Legenda bernomor polisi P-5397-ZB serta dua bus, yakni Bus Titian Mas bernomor polisi EA-7516-A dan Bus Putra Pandawa bernomor polisi K-7634-OC.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor, Subhan Ridho R (21), warga Dusun Barat Awar-Awar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan melalui Kanit Lantas Aiptu Moh. Anwar menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan hasil penanganan awal di lokasi, Bus Titian Mas melaju dari arah Selatan menuju Utara. Sementara dari arah berlawanan, Bus Putra Pandawa melaju dari arah Utara menuju Selatan dan di belakangnya melaju sepeda motor Honda Astrea Legenda.

Sesaat sebelum tiba di lokasi kejadian, Bus Titian Mas diduga melakukan manuver untuk mendahului kendaraan yang berada di depannya. Pada saat bersamaan, Bus Putra Pandawa yang datang dari arah berlawanan memberikan ruang dengan mengurangi kecepatan dan menghindar ke kiri hingga roda sebelah kirinya turun dari bahu jalan.

Namun, setelah Bus Titian Mas berhasil mendahului kendaraan di depannya, sepeda motor Honda Astrea Legenda diduga ikut terbentur. Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor terpental ke arah kanan, sedangkan sepeda motornya tergelincir dan masuk ke bagian bawah atau kolong Bus Putra Pandawa, tepatnya di bagian belakang sebelah kanan.

“Pengendara sepeda motor kemudian terlindas Bus Titian Mas pada bagian kepala hingga meninggal dunia di tempat,” jelas Aiptu Moh. Anwar berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas.

Sementara itu, pengemudi Bus Titian Mas, Herman Nulhaer (56), bersama kernetnya, Abdul Majid (41), serta pengemudi Bus Putra Pandawa, Bambang Ariyanto (44), dan kernetnya, Iskak Solikhin (42), dilaporkan tidak mengalami luka.

Petugas juga memastikan seluruh penumpang kedua bus tidak mengalami luka. Bus Putra Pandawa membawa sekitar 30 penumpang, terdiri dari 29 laki-laki dan satu perempuan. Sedangkan Bus Titian Mas membawa sekitar 32 penumpang, terdiri dari 27 laki-laki dan lima perempuan.

Petugas menduga faktor manusia, khususnya kurang hati-hati dalam berkendara, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan dan penyelidikan Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *