oleh

Dana Desa Wongsorejo Turun Drastis, Pemdes Tetap Berupaya Lanjutkan Pembangunan

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wongsorejo menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027. Kegiatan berlangsung di Pendopo Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Rabu pagi (14/10/2026).

Musdes tersebut dihadiri Kepala Desa Wongsorejo Abdul Bakar beserta perangkat desa, Camat Wongsorejo Mohammad Mahfud beserta staf, pendamping desa, kader PKK, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wongsorejo Abdul Bakar menyampaikan bahwa anggaran dana desa mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mencapai Rp1,563 miliar, pada tahun ini anggaran tersebut hanya sekitar Rp373 juta.

“Bukan berarti desa tidak ingin membangun. Namun, tahun ini dana desa hanya Rp373 juta, berbeda dengan sebelumnya yang mencapai Rp1,563 miliar. Meski demikian, pemerintah desa tetap berupaya melanjutkan pembangunan, baik melalui (pokir) anggota dewan maupun program dari dinas terkait,” jelas Abdul Bakar.

Ia mencontohkan pembangunan di Dusun Karangrejo Selatan yang mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Abdul Bakar juga berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan membangun Desa Wongsorejo secara bersama-sama.

Sementara itu, Camat Wongsorejo Mohammad Mahfud berharap anggaran dana desa pada tahun mendatang dapat kembali meningkat, bahkan mencapai lebih dari Rp2 miliar.

“Untuk saat ini mungkin ada efisiensi dan pemangkasan anggaran sehingga program pembangunan desa menjadi terbatas. Mudah-mudahan tahun depan dana desa kembali seperti semula atau bahkan bisa lebih dari Rp2 miliar,” ungkap Mahfud.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga menyampaikan sejumlah program dan persoalan yang menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Di antaranya penerapan program Banyuwangi ASRI yang didorong menjadi Wongsorejo ASRI, dengan menekankan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ia turut mendorong pengembangan kembali potensi wisata di kawasan Jembatan Sungai Sodong. Selain itu, Mahfud mengingatkan pentingnya Identitas Kependudukan Digital (IKD), pencegahan perundungan atau bullying, serta penanganan stunting.

Mahfud juga menyoroti penataan pedagang agar berjualan secara tertib dan tidak menggunakan bahu jalan. Menurutnya, langkah tersebut bukan bertujuan melarang masyarakat berdagang, melainkan menciptakan lingkungan yang lebih rapi, tertib, dan nyaman.

“Pedagang diharapkan bisa ditata dengan baik. Bukan dilarang berjualan, tetapi perlu ada penataan agar lebih tertib dan tidak menggunakan bahu jalan,” tegasnya.

Memasuki acara inti, pembahasan usulan program pembangunan dalam penyusunan RKPDes Tahun 2027 dipimpin oleh Ketua BPD bersama pendamping desa. Peserta musyawarah dibagi berdasarkan wilayah untuk menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan di masing-masing lingkungan.

Melalui musyawarah tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan dapat merumuskan prioritas pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga, sekaligus menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran desa yang tersedia. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *