oleh

BPBD Jatim Bentuk Desa Tangguh Bencana di Wongsorejo, 30 Peserta Ikuti Pelatihan Empat Hari

Banyuwangi, Jurnalisnews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan penanggulangan bencana sekaligus pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 4–7 November 2026, ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Pada hari pertama pembukaan, BPBD Jawa Timur juga menyerahkan sejumlah bibit tanaman buah dan sertifikat kepada Pemerintah Desa Wongsorejo sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan dukungan dalam program pembentukan Desa Tangguh Bencana.

Kegiatan tersebut dihadiri pejabat BPBD Jawa Timur, Bige Wahyu Ono beserta tim, Kepala Desa Wongsorejo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta 30 peserta yang terdiri dari unsur karang taruna, tenaga kesehatan, PKK, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Pelatihan menghadirkan Sunandar Prihanto selaku fasilitator BPBD Jawa Timur sebagai pemateri, yang memberikan pembekalan terkait kesiapsiagaan, pengenalan risiko, serta langkah-langkah penanganan bencana di tingkat desa.

Ismanto, Agen Informasi Bencana (Agesina) BPBD Jawa Timur, menjelaskan bahwa pembentukan DESTANA merupakan upaya untuk membangun masyarakat yang lebih siap dan tanggap terhadap ancaman bencana di wilayahnya.

Menurutnya, melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengenali kondisi geografis dan potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Pembentukan Desa Tangguh Bencana ini agar masyarakat mengetahui kondisi wilayahnya sendiri, termasuk potensi ancaman bencana. Dengan adanya kader-kader di desa, mereka bisa membantu warga ketika terjadi bencana karena sudah memahami kondisi wilayah yang berisiko,” jelas Ismanto.

Ia menambahkan, keberadaan tim DESTANA diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan awal ketika terjadi bencana, sekaligus membantu mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Melalui pembentukan DESTANA, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Banyuwangi juga berharap dapat mempercepat penyampaian informasi kebencanaan serta proses penanganan awal di tingkat desa.

“Dengan terbentuknya DESTANA, informasi mengenai kejadian bencana bisa lebih cepat diterima. Rekan-rekan di desa juga dapat melakukan penanganan awal sehingga proses menghadapi dampak dan risiko bencana bisa lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Program ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Desa Wongsorejo, sekaligus mendorong terbentuknya desa yang mandiri, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai ancaman bencana melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.(Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *