oleh

Penyerahan Hadiah Lomba Tari Gandrung Gurit Mangir dan Reuni Gandrung se Kabupaten Banyuwangi

Pelatih Tari dan Seniman yang tergabung dalam Patih Senawangi Kabupaten Banyuwangi telah usai menggelar Lomba Tari Gandrung Gurit Mangir tingkat pelajar se kabupaten Banyuwangi yang diawali sejak tanggal 10/10/2021 sampai tanggal 31/10/2021 dengan lokasi pelaksanaan di empat tempat yaitu :

1. Panggung Omprog Gandrung Waroeng Kamarang desa Tamansuruh Kecamatan Glagah, dilaksanakan Hari Minggu Wage tanggal 10/10/2021 dengan peserta berasal dari Kecamatan Banyuwangi, Giri, Glagah, Kalipuro, Licin dan Wongsorejo.
2. Hotel el Royal Kabat
Dilaksanakan Hari Minggu legi tanggal 17/10/2021 dengan peserta berasal dari Kecamatan Blimbingsari, Kabat, Rogojampi, Songgon, Muncar dan Srono.
3. Hotel Baru Indah Jajag
Dilaksanakan Hari Minggu pon tanggal 24/10/2021 dengan peserta berasal dari Kecamatan Purwoharjo, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, Gambiran, Siliragung dan Pesanggaran.
4. Hotel Mahkota Indah Genteng
Dilaksanakan Hari Minggu kliwon tanggal 31/10/2021 dengan peserta berasal dari Kecamatan Singojuruh, Sempu, Genteng, Tegalsari, Glenmore dan Kalibaru.

IMG-20211106-WA0040

Menurut Bhogi Selaku panitia mengatakan “Jumlah peserta yang mengikuti Lomba di empat tempat, kategori perorangan 464 orang dan Ketegori Klompok.135 Regu dengan masing masing regu berjumlah 5 orang. Jadi kalau dijumlah seluruh peserta nya ada 1.139 orang, “kata Bhogi.

Suko Prayitno selaku ketua Paguyuban Pelatih Tari dan Seniman Banyuwangi mengatakan penilaian dalam lomba Tari Gandrung Gurit Mangir ini meliputi 3 aspek yaitu Wiraga, Wirama dan Wirasa.
Setelah itu Juri akan menilai Costum peserta, dandanannya (rias) dan penampilannya Selama di panggung.

Penyerahan Hadiah Lomba Tari Gandrung Gurit Mangir tingkat pelajar yang terbagi dua kategori yaitu perorangan dan kelompok dilakukan di Panggung Omorog Gandrung yang berada di area Waroeng Kemarang Jalan Perkebunan Kalibendo KM 5 desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi-Jatim.

Turut hadir dalam acara ini diantaranya Beberapa anggota Dewan Kesenian Blambangan Kabupaten Banyuwangi, dr Taufik Hidayat, beberapa anggota Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi, dan para undangan serta para perwakilan Penari Gandrung profesional (Penari Gandrung Terob, Penari Gandrung Marsan dan Para alumni Penari Gandrung) yang dikemas dengan tema “Reuni Gandrung”, (Sabtu legi 6/11/2021).

IMG-20211106-WA0039

Slamet Diharjo, S.sn. Selaku Ketua Penyelenggara Lomba memaparkan Kepada JurnalNews.com, “Lomba Tari Tari Gandrung Gurit Mangir tingkat pelajar ini memang baru pertama kali di selenggarakan sehubungan pandemi covid-19 mewabah di seluruh pelosok bumi dan begitu penyebaran virus mereda, kami banyak mendapat dukungan dari sanggar sanggar tari dan para Seniman yang ada di seluruh kabupaten Banyuwangi untuk menggelar lomba dengan maksud dan tujuan sebagai pelipur lara atas kekecewaan dari adik adik kita yang telah berlatih tari tetapi tidak bisa tampil diajang lomba maupun even-even lainnya.

“Kita semua tahu bahwa dalam masa pendemi ini kita dilarang oleh Pemerintah untuk mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunam orang, jadi untuk mengobati kekecewaan dari adik- adik yang telah berlatih dan untuk membangkitkan serta memelihara budaya kreasi mereka, maka diawal Banyuwangi dinyatakan masuk level 1 PPKM, mereka kita kasih ruang untuk mengikuti Lomba ini dan ternyata para sanggar sanggat tari mendukung, dan diluar dugaan ternyata peminat nya cukup luar biasa, ” tutur Slamet Diharjo.

Suko Prayitno melanjutkan dengan adanya lomba ini artinya disatu sisi memang ada rasa kecintaan dan keinginan adik adik kita untuk terus berlatih dan berkereasi, disisi lain para pelatih tari mengharap anak didiknya bisa ditampilkan dalam even even apapun namanya.

“Maka penyelenggaraan Lomba ini memberi kesempatan kepada adik adik kita untuk ber ekpresi dan ber karya serta menunjukkan kemampuan nya untuk tampil sebaik mungkin, dan ternyata mereka mereka semua sangat luar biasa, ” celotehnya.

Wowok Meirianto juga mengatakan  “Kalau kita perhatikan penampilan-penampilan para peserta sangat luar biasa, dan ini dapat kita jadikan suatu metode yang harus kita kembangkan dalam situasi pendemi saat ini. Lomba Tari Gandrung Gurit Mangir tingkat pelajar sangat besar peminatnya, dan ini merupakan tantangan bagi kita para generasi tua untuk mampu mengembangkan hasil budaya para leluhur agar tidak ditinggalkan oleh para generasi muda, ” katanya.

Masih kata Wowok  “Saya selaku ketua Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi akan terus mendorong secara eksis para generasi muda dan khususnya adik-adik pelajar untuk mau menerima dan memelajari warisan dari para leluhur yang salah satunya adalah Tari Gandrung Gurit Mangir ini.  Kami selaku Pelaku pelestari adat akan terus bergerak dan akan kami buktikan apa yang kami lakukan ini tujuannya adalah untuk melestarikan adat budaya para leluhur yang hampir dilupakan oleh para para generasi muda, “tuturnya.

Pada kesempatan ini juga sengaja mengundang cucu dan cicitnya buyut Semi selaku pewaris tari Gandrung untuk bisa hadir di sini dengan maksud agar mereka tahu bahwa apa yang beliau wariskan Selalu lestari di bumi Banyuwangi.

IMG-20211106-WA0043

Menutup wawancara sebelum beralih ke acara Reuni Gandrung, Wowok menambahkan “Saya sangat mendukung dan sangat mengapresiasi acara ini sebab sangat bermanfaat untuk melestarikan budaya yang di miliki Wong Osing, Tari Gandrung harus dilestarikan bersama, kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Kita buktikan Bahwa Tari Gandrung hadir di tengah-tengah masyarakat sejak jaman dahulu dan sampai sekarang, generasi tua tetap terus membimbing dan membina anak-anak untuk memahami akan pentingnya Tari Gandrung sebagai bagian dari warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Osing, ” tutupnya.

Wowok meneriakkan pekik GANDRUNG lalu dijawab sama semua yang hadir dengan kalimat “Keren, Keren, Keren”.

Tepat pukul 15.00 wib, beralih ke acara selanjutnya yaitu Reuni Gandrung dengan dibuka penampilan tari ” Gandrung Marsan” oleh Subari Sofyan dari sanggar tari Sayu Gringsing bersama para penari Gandrung Terob. Pada awal pembuka acara telah diawali oleh penampilan tari Gandrung Gurit Mangir dari pemenang Lomba kelompok dari daerah penampilan (zona) 1,2,3 dan 4 kategori tingkat Sekolah Dasar (SD), tingkat SMP dan tingkat SMA secara bergantian.

Sebelum purna acara, para Tamu undangan beserta seluruh peserta Lomba dan keluarganya dipersilahkan untuk makan bersama secara gratis di Aula Villa Waroeng Kemarang sambil nonton Paju Gandrung, sedang bagi peserta yang rumahnya jauh, disediakan akomodasinya secara gratis pula. (Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *