oleh

Penyuluhan Pendidikan Politik Kebangsaan oleh Bakesbangpol Banyuwangi

Telah dilaksanakan sarasehan oleh Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi yaitu Penyuluhan Pendidikan Politik Kebangsaan dengan tema “Meningkatkan Komunikasi Publik Sebagai Sarana Demokrasi Menyampaikan Aspirasi Bagi Generasi Muda Di Era Digital” Kamis, (25/11/2021) di ruang auditorium Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Jalan Adi Sucipto Nomor 126 Banyuwangi.

Sarasehan ini  dihadiri oleh kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi Abdul Aziz Hamidi, S.E., M.M., Kabid Budaya Politik dan Hak Asasi Manusia Drs. Adnan Kohar M.Pd., Rektor Universitas 17 Agustus 45 Banyuwangi Drs. Andang Subahariyanto, M.Hum.,  sekaligus sebagai narasumber, Elly Irwan Suryanto S.Sos sebagai moderator. Para peserta sarasehan adalah mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi yang ada di Banyuwangi yaitu dari  Universitas  17    Agustus   1945 Banyuwangi, Universitas PGRI Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi, Istitut Agama Islam Darussalam Blokagung, Institut Agama Islam Ibrahimi Genteng, Universitas Airlangga Banyuwangi, Akademi Kelautan Banyuwangi, Stikom Banyuwangi, Akademi kesehatan Glenmore  Universitas Bakti Indonesia Cluring Banyuwangi.

WhatsApp Image 2021-11-25 at 15.41.52

Acara dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi  Abdul Aziz Hamidi, setelah memberi sambutan, kemudian acara sarasehan dengan tema “Meningkatkan Komunikasi Publik Sebagai    Sarana  Demokrasi menyampaikan Aspirasi Bagi Generasi Muda Di Era Digital” dengan dimoderator oleh Elly Irwan Suryanto dari Radar Banyuwangi. Langsung saja Rektor Untag 1945 Banyuwangi  Andang Subaharianto, M.Hum., selaku narasumber menyampaikan materinya dengan judul “Komunikasi Publik Demokrasi Dan Era Digital Tantangan Generasi Muda Pancasila”.

Beliau  menerangkan bahwa di tahun 2020  jumlah penduduk Indonesia sensus berjumlah 270,20 juta jiwa di mana generasi mudanya yaitu 53% dan merupakan usia produktif.  Proyeksi Indonesia banyak negara di dunia usianya tidak sampai 1 abad atau 100 tahun. Indonesia merdeka   atau     Proklamasi 17 Agustus 1945, 100 tahun lagi  yaitu tanggal 17 Agustus 2045 di mana generasi muda penting dan strategis dalam memainkan perannya untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dimana harus bisa melindungi, menyejahterakan, menjaga, ketertiban dunia serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara teori bangsa  Indonesia ada dimulai dari berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia karena persamaan nasib kemudian, hasrat untuk Bersatu, kodrat  di  suatu wilayah. Di tahun 1908 dengan berdirinya organisasi yaitu Budi Utomo yang dipimpin oleh dr. Soetomo dan dr. Wahidin Sudirohusodo, kemudian berlanjut Sumpah Pemuda yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dimotori oleh Moh Yamin dll.,  akhirnya bangsa Indonesia bisa mencapai Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 di mana sebelum itu sidang BPUPKI merumuskan perumusan Pancasila yaitu juga dengan dasar Pancasila seperti yang sekarang ini.

WhatsApp Image 2021-11-25 at 15.41.53

Model komunikasi publik yang terjadi saat ini di mana pembuatan kebijakan peraturan perundang-undangan sosial politik dibuat oleh negara dengan tujuan untuk melindungi, menyejahterakan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam ketertiban dunia dimana Pancasila sebagai krtik dan dimensi mental-moralnya.

Era digital yaitu di mana realtas baru bawaan teknologi   digital (Revolusi industri 4)   banyak    subjek atau pusat banyak peran manusia  diambil alih teknologi digital media sosial dan lain-lain,  diprediksi penuh ketidakpastian atau ancaman super dinamis, dan manusia harus siap belajar adaptasi terhadap hal-hal baru.  Karakteristik media sosial atau komunikasi publik satu paradigma manasuka tak ada konsep berita, media tak bertuan siapapun bisa memiliki dan menggunakannya, pengguna tak bersyarat Siapapun boleh dan bisa bikin konten menjadi pewarta, editor, fotografer, distributor, juga konsumen. Etika tak ada kode etik yang mengikat para pengguna tak ada institusi yang memastikan soal etika,, regulasi aturan-aturan tentang media sosial dan sejenisnya belum sepenuhnya dipahami public, “kata Andang.

WhatsApp Image 2021-11-25 at 15.41.54

Beliau juga menambahkan bahwa media sosial juga ada dampak Positif dan negative, untuk positifnya terjadi  demokratisasi dan kebebasan, dalam berpendapat atau hal     lainnya untuk negatifnya Mungkin banyak yang namanya anarki kemudian dominasi  baru.  Adapun tantangan kepemimpinan kedepan  yang pertama yaitu memberdayakan memberi Insight yang mengubah ketidakpastian atau ancaman menjadi kesempatan, kedua menumbuhkan kecerdasan kolektif untuk bangun kerja sama kolaborasi Sinergi atau gotong royong, ketiga mengubah pola hirarkis menjadi jejaring banyak subjek memperbesar    peran   serta    warga, kemudian menumbuhkan kesadaran kritis menghargai “liyan” literasi kemanusiaan anti hoaks.

Setelah pemaparan diadakan tanya jawab dimana moderator memberikan kesempatan kepada para  peserta sarasehan untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan dari pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber tadi.  Setelah selesai tanya jawab atau dialog para peserta boleh meninggalkan tempat pulang ke rumahnya masing-masing. (AM)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *