Ada angin segar bagi para pelaku UMKM setelah Pandemi Covid-19 memporakporandakan bisnis mereka.
Sebuah kegiatan yang diadakan di Kecamatan Tegasari Banyuwangi, Kamis, 10 Maret 2022 bertajuk “PERAN ORGANISASI DAN TEHNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN SKALA USAHA UMKM” yang juga dihadiri oleh Camat Tegalsari Muji Purwanto memberikan sosialisasi kepada para pelaku UMKM khususnya di wilayah kecamatan Tegalsari Banyuwangi dan sekitarnya untuk siap menghadapi era Revolusi Industri 5.0 atau yang populer dengan istilah Society 5.0.
“Bagaimanapun juga kenyataanya bahwa kita saat ini baru saja memasuki era Revolusi Industri 5.0 atau Society 5.0 dengan ciri yang menonjol go digital, go global, go green, IOT, kecerdasan buatan, tehnologi yang memanusiakan dan sinergi & kolaborasi untuk mencapai tujuan. Masalahnya apakah kita benar-benar siap dalam menghadapi era ini ?” kata Andre Waluyo salah satu narasumber yang juga Founder dari Aplikasi Gata yang fiturnya telah disiapkan untuk mengahadapi Society 5.0 dan sangat membantu bagi para pelaku bisnis terutama para pelaku UMKM dan komunitas bisnis.

PERAN Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan informal terutama di pedesaan berdampak besar untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini. Hal itu karena perekonomian Indonesia didominasi oleh sektor UMKM dan informal.
Dalam kegiatan itu UKM IKM Nusantara Banyuwangi memberi solusi bagi para anggotanya untuk memberi wawasan dan pelatihan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi dengan melaunching sebuah paket pelatihan yang bernama UIN Academy. Bahkan Pak Camat Tegalsari tersebut menyatakan dengan senang hati akan memfasilitasi kegiatan pelatihan tersebut bagi warganya.
“Menurut data statistik BPS Banyuwangi tahun 2020, terdapat sekitar 296 ribu pelaku usaha mikro, tapi hanya 17 ribu saja yang memiliki potensi untuk berkembang dan naik kelas atau hanya sekitar 6% dari seluruh jumlah pengusaha Mikro di Banyuwangi, ” demikian kata Robin Febrianto Wakil Ketua UIN Banyuwangi dalam presentasinya.

Nur Inayah Ketua UKM IKM Nusantara Banyuwangi juga akan memfasilitasi bagi para anggotanya terutama di desa untuk dapat mengekspor produknya, asalkan produknya telah memenuhi syarat dan kualitas untuk ekspor.
Selain itu UIN Academi Banyuwangi berusaha memberi solusi bagi para anggota komunitas UMKM nya dengan memberi peningkatan skill dan mental kewirausahaan dalam menghadapi Era Revolusi Industri 5.0 atau yang lebih populer dengan sebutan Society 5.0.
Materi yang ditawarkan dalam kegiatan UIN Academy ini adalah :
1. WAWASAN KEWIRAUSAHAAN
a. Mental Wirausaha
b. Membagun Karakter Usaha
c. Sinergi dan Kolaborasi Bisnis
2. LEBIH PROFESIONAL DALAM MENGELOLA USAHA
a. Menejemen Bisnis
b. Komunikasi Bisnis
c. Mengelola Keuangan
3. STRATEGI PEMASARAN MODERN
a. Digital Marketing
b. Desain Marketing
c. Alat Bisnis & Peraga Bisnis
4. PROFESIONAL DAN BERKELAS DENGAN APLIKASI GATA
a. Etalase Online
b. Membuat QR Code
c. Landing Page
d. Bisnis Card Digital
5. PELATIHAN IDE BISNIS & KETRAMPILAN
a. Ide Bisnis Kuliner
b. Ide Bisnis Produk Ramah Lingkungan
c. Berbagai Pelatihan Ketrampilan Untuk Usaha
Dalam kegiatan itu Founder Aplikasi Gata, Andre Waluyo juga menjanjikan perangkat lunak baik untuk marketing dan branding usaha serta aplikasi keuangan berbasis akuntansi beserta pendampingan usaha bagi para peserta pelatihan.
“Kami semua tengah berjuang untuk memulihkan perekonomian nasional dan yang paling strategis dimulai dari pedesaan sebagai pondasi perekonomian nasional. Ada sekitar 400 trilyun lebih APBN untuk pemulihan ekonomi yang harus terserap dengan baik, dan akan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, ”kata Andre Waluyo menutup pembicaraan.(Nin)


Komentar