Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Provinsi Bali yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Badung memang memiliki wilayah yang cukup luas.
Tidak heran jika Denpasar yang dulu adalah bagian dari Badung meskipun telah berdiri jadi kabupaten sendiri secara historis tidak bisa lepas begitu saha secara emosional sosialnya dengan Badung.
Suatu wilayah yang dulunya adalah kerajaan besar Mengwi meliputi Badung,Pemecutan,serta kerajaan kecil lainnya dibawah pusat pemerintahan Mengwi situs sejarah dan peninggalanya masih tampak terjaga dan terawat baik.
Taman Ayun yang sekarang menjadi tempat rekreasi situs sejarah dan peninggalan masa kejayaan kerajaan Mengwi, eksis membuktikan suatu tatanan negara dan strata sosial masyarakatnya yang begitu teratur sistematis.

Subak yang jadi sistem sumber pengairan diBali bisa dipelajari disana,dimana air yang berasal dari bukit danau batur dan kintamani dibagi begitu detailnya untuk pengairan seluruh sawah diwilayah bali.
Bicara tentang sistem kerajaan dan kejayaan masa lampau tidak akan pernah habis di Bali.
Karena sumber sejarah dibuktikan langsung baik kisan,tulisan maupun situs kebendaannya yang begitu rapi terawat dan terjaga semua karena adat budaya adiluhung yang masih terpelihara dengan baik. Masuknya peradaban islam ketanah Bali juga tidak lepas dari peran kerajaan dan sistem pemerintahan.
Adanya pernikahan dari anggota kerajaan yaitu putri raja serta kerabat kerajaan yang masuk islam dengan cara baik dan terhormat tanpa melalui kekerasan membuat islam dibali diterima dengan baik sehingga muncul istilah “menyame braya” atau saudara sendiri.

Perkembangan agama islam terkini dibuktikan dengan terawatnya makam Waliyulah/wali ke 7 di Bali, Syeh Hamdun Hamid khairus saleh yang ada dipantai seseh desa Munggu/Cemagi kecamatan Mengwi,Kabupaten Badung. Makam yang dianggap Keramat Seseh ini jadi tujuan ziarah wali 7 Bali.
Diperkirakan keturunan Raja Mengwi dari ibunya yang jadi istri raja di Blambangan, disebut oleh masyarakat hindu setempat sebagai makam Ratu Mas Chakti/Mas Sepuh.
Saat ini peran umat islam di Mengwi cukup banyak terbukti,di pusat pemerintahan Badung dan sekitarnya bertumbuh kembang forum silaturahmi dan Majelis Taklim serta dikukuhkannya kepengurusan Nahdatul Ulama tingkat kecamatan (MWC-NU,PAC- MNU) dan tingkat desa(Ranting dan Anak Ranting) beserta perangkat lainnya serta banomnya juga seperti, GP Ansor, IPNU, IPPNU.
Guna sosialisasi dan juga perkenalan kepada masyarakat, bertepatan dengan HARLAH MUSLIMAT NU KE 76, maka dilakukan Silaturahmi turun kedesa /Rantingnya di wilayah kecamatan Mengwi.
Kantir sekertariat bersama MWC NU dan PAC Muslimat NU beralamat di Jl. Raya Abianbase 189 Mengwi/Showroom mobil Ki ageng Motor yang cukup strategis dan dekat dengan Puspem Badung.
Acara Silaturahmi yang pertama di laksanakan di Ranting Munggu(MT Mas Agung Wilis) yang beralamat di Jl Raya By Pas Tanah lot Bj. Pempatan Munggu arah makam Waliyullah Keramat Pantai Seseh(bertepatan dengan Sya’banan ).
Ketua dan pengurus Ranting NU Bpk Timbul, Norhadi, Sandi, Sahri, Ustazd Widodo-Owner dan pengasuh Kampung Santri Bali.Jetua Ranting dan pengurys Muslimat, Siti Cholifah, Eny Suningsih, Lilis H,Bu Safa, Ni Nyoman Sri Wahyuni, bu Putri.
Silaturahmi kedua bertempat di Ranting Luk-Luk perumahan Luk-Luk Indah, Musholla Yayasan MT. Miftahul Jannah. Ketua dan pengurus yayasan Bpk Khadis, Bpk Pamuji Raharjo( Bendahara Lazisnu PC Denpasar).
Muslimatnya ketua Ibu Wiwik Rahayu Ningsih,Bu Neng, Rosida Dewi Nazir, Bu Adrian, Bu Irfan, Bu Har. Acara yang dimeriahkan tampilan group Rebana Muslimat Miftahul Jannah dengan lantunan Sholawat Nabi membuat haru semua jamaah.
Pasalnya hanya bersiap 2 hari semua sudah bisa tampil maksimal, berkat semangat dan kompaknya team Muslimat yang digawangi bu Neng serta adanya duet vokalis bu Titin dan rekan. Ketua Tanfidzyah MWC NU Mengwi Hn Moh Sugeng sangat salut berbangga dengan harmonisnya hidup umat beragama diperumahan tersebut .Diterimanya NU disaba bukti bagwa masyarajat wekcome dengan keberadaan rumah besar warga Nadliyin di Mengwi.
Ketua Ranting Luk-Luk Yang sekaligus ketua MT. Miftahul Jannah juga senang dan bangga tempatnya didatangi pengurus NU dan pengurus Muslimat yang cukup kompak kurang lebih 40 an orang.
Dalam sambutannya Bpk Pamuji Raharjo bercerita suka duka berdiri MT. Miftahul Jannah, berasal dari kotak sedekah dan infaq yang istiqomah dikumpulkan, dor to dor cari talangan untuk pembangunan sampai sekarang berdiri megah Musholla tersebut.
Ibu Ketua Muslimat Hj. Sri Wahyuningsih juga memperkenalkan diri dan semua pengurusnya, serta meminta semua ibu muslimat diluk-luk mau bersinergi dan bergabung dengan muslimat Mengwi demi dakwah syiar islam yang rahmatan lil alamin.

Tauziah dari penasehat Muslimat Mengwi Hj.Umi Siti Rahma mewarnai Harlah Muslimat ke 76 tersebut tambah kocak dan segar dengan gurauan dan ceramahnya yang menghidupkan suasana siang itu.
Diakhiri dengan Doa bersama ruwahan menjelang masuk bulan Ramadan, dan pemotongan tumpeng diiringi rebana melagukan selamat milad, mabruk fi Muslimat 76 th. yang dibagikan ibu ketua Muslimat untuk semua pengurusnya diakhiri ramah tamah dan foto bersama semua jamaah.
Hari itu Rabu, 30-03-2022 acara yang dimulai jam 10.00 berakhir tepat sesuai jadwal panutia 12.30 WITA. Selamat Milad ke 76 th Muslimat NU, semoga diusia yang dewasa tambah berkah rahmat dari Allah hu Ahad sampai yaumil hisab selamat fidunya wal akhirat. Dari Luk-Luk Mengwi Badung Bali. Reporter Lensa Bwi dan Jurnal News Bwi, Ambarwati Soenarko.


Komentar