oleh

Zoometing Hadapi PMK menjelang Idhul Adha

Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak terutama sapi mendapatkan penanganan khusus di Kabupaten Banyuwangi, terutama menjelang Penyembelihan Hewan Kurban pada Idhul Adha 1443 H.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Senin (04/07/2022) mengadakan zoometing diikuti Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi, serta beberapa ormas Keagamaan Islam lainnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Muhammad Amak Burhanudin, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa, dan berharap pelaksanaan Idhul Adha terutama kegiatan Ibadah haji dapat berjalan dengan lancar. “Hari jumat besok para jemaah Haji melaksanakan wujud di Arofah  semoga para jemaah haji diberikan kesehatan dan kekuatan, ” ungkapnya.

IMG-20220705-WA0003

Kasi Bimas Islam H. Mastur menyampaikan tentang Surat Edaran Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2022, tentang pelaksanaan Idhul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

Salah satu Narasumber dalam kegiatan tersebut drh. Nanang dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi yang juga Ketua Satgas PMK Kabupaten Banyuwangi menyampaikan tentang ciri-ciri PMK pada ternak dan penanganannya.
drh.Nanang berharap masyarakat tetap dapat menyembelih hewan kurban dengan aman.

“Kita maksimalkan ternak lokal agar terhindar penyebaran PMK, ” ungkapnya.
Ketua satgas PMK tersebut siap dihubungi kapanpun terkait PMK, terutama pada hewan kurban.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Dr. H.lukman Hakim menyampaikan Fatwa MUI No. 32 Tahun 2022 Tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Qurban Saat Wabah PMK-1. Lukman berharap dengan keluarnya fatwa tersebut dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat untuk berkurban.

Zoometing yang dipandu Syafaat tersebut berjalan dengan gayeng,  beberapa pertanyaan muncul dari diskusi virtual yang berjalan lebih dari dua jam tersebut  terutama adanya sikap yang  berbeda terkait hewan Kurban yang terkena PMK.

Diahir penyampaiannya H. Lukman menyampaikan terkait dengan perbedaan cara menyikapi ketika hewan ternak terkena PMK untuk berkurban. Dosen IAI Ibrahimy tersebut perbedaan yang terjadi tidak menjadikan perpecahan.

“Kesehatan dan keselamatan lebih di prioritaskan, ” ungkapnya. (syaf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *