Program Kreativitas Mahasiswa dari KEMENDIKBUDRISTEK selalu menjadi kegiatan pemerintah yang menarik untuk diikuti oleh mahasiswa dengan berbagai bidang didalamnya. Terdapat berbagai proposal program kreativitas mahasiswa, ada yang melakukan Penelitian di bidang riset eksakta (PKM-RE), riset sosial humaniora (PKM-RSH), bidang Kewirausahaan (PKM-K), Bidang Pengabdian pada Masyarakat (PKM-PM), Bidang Karya Inovatif (PKM-KI), Penerapan Iptek (PKM-PI), Karya Cipta (PKM-KC), dan video gagasan kreatif (VGK). Salah satu kelompok berhasil lolos didanai untuk melaksanakan Penelitian Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Dalam Penelitian Bidang Riset Sosial Humaniora ini, banyak kegiatan yang mendukung sosial masyarakat salah satunya dengan melakukan dukungan terhadap Penguatan Profil Pelajar Pancasila guna meningkatkan kualitas peserta didik Indonesia.
Pada PKM KEMENDIKBUDRISTEK tahun 2022 kali ini TIM Mahasiswa PKM-RSH sub unit FKIP UNEJ melakukan penelitian eksplorasi Konsep Fisika pada Kearifan Lokal yaitu Jajanan Tradisional yang disusun menjadi suatu E-Modul interaktif. Kegiatan Penelitian Konsep Fisika pada Jajanan Tradisional ini diselenggarakan pada bulan Juli-Agustus yang dilakukan oleh mahasiswa dengan kegiatan yaitu observasi pada Pedagang Jajanan Tradisional Putu, Klepon, Dawet, Permen Kapas , dan Pedagang Telur Gulung. Selanjutnya, hasil observasi proses pembuatan jajanan tradisional dianalisis konsep fisika nya dan dimuat dalam suatu e-modul interaktif dan diterapkan pada SMA yang ada di Jember yaitu SMAN 2 Jember, SMAN 4 Jember dan SMAN 5 Jember.

Kegiatan ini disambut baik oleh Guru Fisika yang ada di SMA sasaran penelitian, bahwa guru kelas sangat mendukung penerapan E-Modul yang disusun oleh mahasiswa
“Penelitian tentang apa yang ada pada pembuatan jajanan tradisional sangatlah penting dan cukup mendalam artinya dan manfaatnya bagi kita, Nilai pancasila yang terkandung didalamnya sangatlah luas dan saya berharap bisa menjadi pengetahuan baru bagi siswa, “Pungkas Ibu Lesi Guru Fisika SMAN 5 Jember.
Dari hasil wawancara hal serupa juga disampaikan oleh bapak Ismanto, guru Fisika SMAN 2 Jember.
“Saya masih meraba–raba dengan kurikulum merdeka terlebih lagi didalam kurikulum merdeka terdapat profil pelajar Pancasila sehingga membutuhkan pembinaan khusus. Dengan adanya pihak peneliti oleh mahasiswa pada program kreativitas mahasiswa ini, Alhamdulillah sangat dapat membantu dan diperlukan contohnya melalui penerapan E-Modul karena materi sudah jauh dari kurikulum 2013 sehingga masih meninjau penggunaan metode dan model pembelajaran. Dengan adanya penelitian Dosen dan Mahasiswa diharapkan dapat membantu guru pada materi kelas X yang masih meraba–raba model pembelajarannya.

“Materi sudah tepat dengan profil pelajar Pancasila karena dapat membentuk siswa yang kreatif yang dapat menganalisis konsep fisika melalui jajanan tradisional, berwawasan global, dan terdapat upaya mempertahankan budaya lokal, serta adanya sikap gotong royong yang ditanamkan selama proses pembelajaran fisika menggunakan E-Modul Konsep Fisika Jajanan Tradisional yang disingkat dengan sebutan KOFIJATRA. Materi memang belum diajarkan pada materi KOFIJATRA tetapi dapat diterapkan di kelas XI yang masih menggunakan kurikulum 2013 karena materi tersebut ada pada SMP tetapi takutnya anak–anak lupa, Adanya E-Modul KOFIJATRA mungkin bisa diterapkan di kelas XI di tahun depan, ”Imbuh bapak Ismanto.
Implementasi yang dilakukan dengan kondusif dan menarik perhatian siswa mungkin terlihat sederhana, namun di dalam pembelajaran tersebut siswa dapat mengembangkan karakter yang ada pada Sila Pancasila lebih baik dan mendalam. Profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan utama kurikulum baru / kurikulum merdeka sekarang telah diwujudkan dan didukung melalui hasil penelitian TIM Mahasiswa PKM-RSH sub unit FKIP UNEJ. (Miska)


Komentar