Tahun 2022 merupakan tahun seleksi dari Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu syarat Kabupaten Banyuwangi dapat mengikuti Verifikasi Nasional Tahun 2023. Pada hari Selasa, 13 September 2022, Kabupaten Banyuwangi kembali melaksanakan Verifikasi Lapangan yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Timur setelah Forum Banyuwangi Sehat (FBS) menghimpun data dari OPD dan mengupload dokumen ke Pembina Provinsi Jawa Timur.
Adapun rombongan Tim Verifikasi Lapangan yang hadir terdiri dari Nanik Nur Alfiyah, SH, MM. dan Tomas AD Saifudin, SE Biro Kesra Provinsi Jawa Timur, Yuli Tri Suhartiwi, SKM, M.Kes dan Anik Madyawati, ST. dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yeni Dwi K, S. KM dan Esterlina N. R. Alayn, SS dari Disbudpar Provinsi Jawa Timur.

Rombongan disambut Kepala Bappeda Dr. Yayan Tondo Waspo Wicaksono, M.Si di Lounge Kantor Bupati Banyuwangi (13/9/2022).
“Monggo kami dibina dengan ketentuan 9 tatanan dengan skor di atas 91% mohon bimbingan supaya Kabupaten Banyuwangi dapat mempertahankan Swasti Saba Wistara, segenap OPD siap dan Forum siap untuk wujudkan harapan bersama yakni hidup bersih, nyaman, aman, dan sehat serta raih predikat Wistara 3, ” tutur Pak Yayan dengan senyum ramah.
Tim lanjut tinjau lokus ke Puskesmas Sobo dan Pantai Cemara. Lantas paparan dan bedah dokumen di Sektap Forum Banyuwangi Sehat (FBS) yang diikuti oleh seluruh OPD terkait diantaranya Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Disnaker.

Ketua FBS DR. H. Soekarjo menyampaikan lembaganya hingga jajaran 25 FKKS se Kabupaten berikut Pokja Desa/Kelurahan sudah menyesuaikan diri sesuai arahan verikator pusat yang harus melibatkan banyak partisipasi unsur masyarakat dan gerakan gotong-royong. Beberapa kendala diantaranya regulasi yang harus disesuaikan dengan indikator tatanan dokumen,”Misal apakah Banyuwangi sudah punya Pasar Sehat? Jadi ini tantangan pembina segera wujudkan dalam 3 bulan ini sebelum berkas dokumen dikirim ke pusat, ” tambah Ketua STIKES ini yang siap mengkondisikan dan fokus menuntaskan sesuai ketentuan skor dan data yang ada.
Bahwasannya Banyuwangi ini andalan Jatim dan jadi jujugan studi banding. Sesungguhnya di Banyuwangi semua ada dan bagus, namun pelengkapan dokumen diharapkan seluruhnya mampu menjawab skor yang telah dituliskan disertai bukti-bukti yang diperlukan, dalam mewujudkan 9 tatanan Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, Tatanan Pemukiman dan Rumah Ibadah, Tatanan Sekolah/Madrasah Sehat, Tatanan Perkantoran dan Perindustrian, Tatanan Pasar Rakyat Sehat, Tatanan Pariwisata, Tatanan Transportasi dan Tertib Lalu Lintas Jalan, Tatanan Perlindungan Sosial, dan Tatanan Pencegahan dan Penanganan Bencana. Selain itu juga Kelembagaan Forum dari Kabupaten, Kecamatan, dan Kelompok kerja Desa/Kelurahan Sehat harus ada legalitas dan dukungan pendanaan baik bersumber dari APBD atau sumber-sumber dana yang lain (CSR, Swadaya, dll) yang dilengkapi dengan MoU. Monggo OPD dan Forum saling bekerjasama agar bisa mempertahankan wistara!” harap Anik verikator Provinsi Jatim usai evaluasi di Omyah Kemiren. (Desika/Aguk)


Komentar