Pada hari ini, Selasa 15 Nopember 2022 Sawah milik Bu Irat dan Bapak Adir (pemilik lahan) yang dilalui oleh Jogging Track Tamansuruh sedang panen padi.
“Byek, yo seru uenakke isun ngamot gabah iki ngidulaken, nyang umyah, ” kata Man Adir dengan logat kental bahasa Osingnya (enak sekali saya membawa hasil padi ini ke selatan menuju rumah saya) sambil ceria memanen padi sendiri, walau usia sudah 78 tahun.

Selain itu, pagi hari ini, dijumpai ada 2 orang turis asing yang melintasi Jogging Track Tamansuruh, berjalan kaki. Kelihatan, 2 orang turis asing bule berkewarga negaraan Swiss tersebut berhenti dan menyempatkan ngobrol dengan man Adir. Walau dengan berbeda bahasa mereka berbicara nenggunakan bahasa tubuh, lalu mengambil foto-foto pemandangan sawah terasiring yang indah untuk kenangan.
“This Jogging Track is very beautiful and nature (jogging track ini sangat indah dan alami), kata Nora yang malam nanti akan melanjutkan pendakiannya ke Kawah Ijen. Please maintain, people not throwing plastic to the rice field area (tolong dipelihara, agar masyarakat tidak membuang plastik disekitar sawah), “imbuh Nora.
Demikianlah suasana pagi hari ini di Jogging Track Tamansuruh, dimana antara dua pintu (Waroeng Kemarang dan Warung Pereng) sudah terhubung. Jogging Track Tamansuruh yang merupakan hasil kolaborasi antara: Pemerintah desa Tamansuruh, Waeoeng Kemarang, dan Masyarakat Pemilik lahan, terbukti mampu menguntungkan bagi para pemilik lahan, dan juga menguntungkan pada turis asing/nasional, serta memiliki multiplier effect pada masyarakat pada umumnya.
(AWI)


Komentar