oleh

Menteri PAN RB Mengajak Belajar Budaya

Tak tanggung2 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi, H. Abdullah Azwar Anas, M.Si mengajak Sekretaris Menteri PAN RB beserta segenap Deputi dan pejabat Kementrian PAN RB, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan sejumlah pejabat negara untuk mengenal budaya Osing di Sanggar Genjah Arum desa Kemiren kecamatan Glagah Kabupatèn Banyuwangi-Jatim Kamis, (24/11/2022).

Rombongan tiba disambut dengan Barong dan musik gedhogan lesung. Usai makan malam, ngopi serta menikmati kudapan khas Osing, kini saatnya rombongan menikmati sajian Tari Jakripah dengan properti utamanya Barong. Pengamat dan pemerhati Budaya Osing Aekanu Hariyono yang juga Pengurus Kopat (Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi) Banyuwangi menceritakan tentang “Pertarungan Jakripah Barong dan Paman Iris”, dan dipersembahkan pula permainan musik rancak dan gerakan dinamis dari para penari dan ditunjang kostum gemerlap dua penari wanita itu sangat memukau para tamu.IMG-20221125-WA0009

Aekanu berceritra “Jakripah gadis cantik dan sakti kehilangan hewan piaraannya berupa barong yang diberi nama Barong Sinar Udara, Ia mencari ke mana-mana. Dalam perjalanan ia bertemu Tambur, Layar, Kemudi. Disusul kemudian datanglah pemuda tampan bernama Paman Iris di antara mereka. Kepada mereka Jakripah berjanji siapapun yang bisa menemukan barongnya, ia bersedia menjadi istrinya.
Paman Iris yang sakti itu ternyata bisa menemukan Barong Sinar Udara.Ketika Paman Iris menagih janji, Jakripah menolak dan bahkan minta Paman Iris bertarung melawan barong. Betapa hancur hati Jakripah melihat barongnya mati di tangan Paman Iris. Jakripah merayu Paman Iris agar menghidupkan kembali barongnya dan berjanji jika barong bisa hidup lagi, ia siap diperistri Paman Iris. Namun betapa terkejutnya Paman Iris saat Barong Sinar Udara bisa ia hidupkan kembali tetapi Jakripah mengingkari janjinya kembali dan bahkan menantang adu kesaktian duel berdua walau sebenarnya Jakripah punya rasa cinta pada Paman Iris tetapi ia memilih Barong sebagai sumber kekuatannya.
Duel perang adu mantra dan kanuragan yang dasyat terjadi, Paman Iris menunjukkan titik apesnya demi cintanya pada Jakripah dan ia tewas, raganya dimakan oleh Barong Sinar Udara jiwanya menyatu dengan Jakripah, “jelas Aekanu.

Barong dianggap “pengeja wantahan” nenek moyang masyarakat Osing, itulah sebabnya
barong mempunyai peran penting dalam beberapa upacara tradisi di desa ini.

Tak kalah menariknya, ekspresi dan struktur gerak tari Jaran Goyang juga membuat para tamu terkesima.

IMG-20221125-WA0008

“Di beberapa daerah hanya menawarkan keindahan pantai atau alamnya, tetapi di Banyuwangi seperti di desa Kemiren justru mengedepankan keindahan dan keunikan budayanya yang tidak ditemukan di daerah lain. Ditambah lagi narasi yang disampaikan Aekanu menjadikan semuanya lebih menarik, baik tentang arsitektur rumah osing, kuliner, cerita lokal, musik, tembang serta pertunjukan menjadi sangat menarik dan bernilai, “ucap Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya.

“Kami benar2 menikmati sajian kopi, kuliner, tari maupun musik nuansa Osing di sini yang tidak pernah kami dapatkan di tempat lain, “ucap salah seorang tamu dengan bangga.

(AWI By – Kiling Osing Banyuwangi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *