Kunjungan Tim Karim Lentala Srena Mabes Polri Brigjend Pol. Drs Budi Yuwono, MH. KMA (Ketua) beserta AKBP Bambang Purboyo, SE. KMA, Kompol Sumarno, SH.KMA, dan tim pendamping Karolena Polda Jatim Kombes Pol. Drs. Revindo, Kabagstrajemen Rorena AKBP Moh Basori, S.I.K, MM, MH, Kasubbagstrabang Bagstrajemen Rorena Kompol Wachid Arifaini, S.Ag SH, Penata Fajar Hendro Baskoro, SE. KMA, IPDA Rama Arta Wijaya, SH. MH. KMA dan Briptu Mila cahyani, SH.KMA. disambut dengan hangat oleh Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (Kopat) Banyuwangi di Waroeng Kemarang KM 5 Desa Tamansuruh – Glagah Kabupaten Banyuwangi-Jatim Selasa, (29/11/2022).
Para tamu yang memasuki rumah Adat Waroeng Kemarang, disambut dengan tarian Jejer Gandrung sebagai ungkapan selamat datang di Bumi nya masyarakat suku Osing. Dan sebagai tanda penghormatan dilakukan penyematan Odeng Suku Osing kepada Brigjend Pol. Drs Budi Yuwono (Karo Lemtala Srena Mabes Polri sebagai ketua team), AKBP Bambang Purboyo, SE (Kasubbag Lemwil Mabes Polri) dan AKBP Moh Basori, S.IK MM. MH (Pendamping dari Srena Polda Jatim)
dengan terlebih dahulu dilakukan upacara adat oleh Sanusi Marhaedi selaku pendiri Kopat.

“Kedatangan Saya di Banyuwangi ini adalah terkait tugas Saya yaitu pembentukan satuan pengamanan obyek vital yang nantinya ada di Polresta Banyuwangi, “ujar Karim Lemtala Srena Mabes Polri.
Beliau melanjutkan Banyuwangi yang telah maju pesat sebagai tujuan wisata baik wisatawan lokal maupun mancanegara, perlu adanya penanganan yang lebih baik dari masyarakat Banyuwangi sendiri dan pemerintah hanya sebatas memberikan arahan dan motivasi agar kita lebih baik lagi dalam mengembangkan tempat tempat wisatanya. Nanti para wisatawan yang telah berkunjung ke Banyuwangi, pasti akan berceritra tentang Banyuwangi kepada teman teman nya atau ke saudara saudaranya sehingga mereka pun akan berkunjung ke Banyuwangi.

Wowok Meirianto selaku Ketua umum Kopat Banyuwangi dan juga owner waroeng Kemarang lebih banyak menjelaskan tentang alat musik suku Osing yang berbeda dengan alat alat musik yang dimilik daerah daerah lainnya, dan Wowok pun menceritakan asal usul Gandrung.
“Gandrung dulunya adalah Dewi Sri yang sangat diyakini oleh masyarakat suku Osing sebagai Dewi Kesuburan, ” tuturnya.
Para tamu dibuat kagum tatkala para penari menyajikan tarian Jaran goyang dan diantara para tamu kemudian diminta tanggapannya tentang tarian yang sangat fenomenal ini.
Selanjutnya para Penari Gandrung mengajak para tamu untuk memajunya dan siapa yang ketiban sampur wajib hukumnya menari bersama Gandrung di depan.
Semua tamu terlihat bersuka dan menikmati apa yang telah disuguhkan Kopat di acara makan malam ini.
Di puncak acara, Kopat mengajak Kapolresta Banyuwangi yang sudah di lokat atau didaulat sebagai anggota kehormatan Kopat untuk menyanyi bareng lagu Umbul Umbul Blambangan .
(AWI)


Komentar