oleh

Launching Antologi Puisi Sulur Kembang Sri Tanjung, Kontribusi Seni dan Literasi

BANYUWANGI, Jurnalnews – Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani meluncurkan antologi puisi Sulur Kembang Sri Tanjung pada Senin 09 Mei 2023 Pendopo Sabha Swagata.

Buku ini merupakan karya sastrawan Banyuwangi, baik yang masih tinggal di Bumi Blambangan maupun yang berdomisili di luar Kabupaten Banyuwangi.

Ipuk mengungkapkan bahwa seni dapat memperhalus diri dan kepala sekolah bertanggung jawab untuk menyenangkan anak-anak dengan sastra.

“Kita harus mendidik anak-anak sesuai dengan zamannya.” Ujarnya.

Banyuwangi akan diundang oleh UNESCO bulan September mendatang terkait dengan Ijen Geopark. Menurut Ipuk, ini juga berkat kontribusi seniman dan budayawan.

Ipuk berharap karya sastra ini dapat disebarkan melalui media sosial agar lebih banyak orang membacanya.

Dia menyampaikan, “Bapak dan Ibu dapat membaca puisi ini dan membagikannya di media sosial.”

Koordinator pelaksana kegiatan, Syafaat, yang juga Ketua Komunitas Lentera Sastra, menjelaskan bahwa buku yang diluncurkan oleh Bupati tersebut berisi kumpulan puisi folklor.

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kekayaan budaya dalam bentuk cerita rakyat yang berkembang di masyarakat.

Cerita-cerita ini memiliki sejarah yang tidak bisa ditentukan dengan pasti, namun diyakini sebagai cerita nyata dari daerah tersebut yang diturunkan secara turun-temurun.

Ketika cerita-cerita ini ditulis dalam bentuk puisi, mereka dengan mudah dapat diingat di Bumi Blambangan.

Tidak mudah mencari referensi cerita rakyat, terutama cerita rakyat yang belum populer dan hanya berkembang di wilayah tertentu.

Namun, penulis-penulis dalam buku ini memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam, mulai dari SMP hingga mereka yang memiliki gelar doktor dan profesor.

“Menyadur cerita rakyat dalam bentuk novel atau cerita pendek sudah banyak dilakukan, tetapi sepertinya lebih sulit dilakukan dalam karya puisi.

Hal ini dikarenakan puisi memaksa penulisnya untuk menggunakan kata-kata yang padat namun penuh makna,” kata Syafaat.

Setelah peluncuran, dilakukan bedah buku dengan narasumber Dr. Moh. Amak Burhanudin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, dan Zen Kostolani, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi.

Peserta yang menghadiri peluncuran juga menikmati pembacaan puisi dalam bentuk teater yang dilakukan oleh siswa-siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banyuwangi, serta beberapa pemain teater terkenal seperti Mas Pramoe Soekarno, Nazil Osing, Syafaat, dan viefa.

Monolog Samsudin Adlawi yang diiringi oleh pemusik terkenal yons DD, serta pagelaran teaterisasi Padepokan Alang-alang Gumitir pimpinan Punjul Ismu Wardoyo dan lain-lain.

Dalam pernyataannya, Founder Obor Sastra, Halimah Munawir dari Rumah Budaya, menyoroti pentingnya kerjasama antara para penulis terutama Lentera Sastra dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mewujudkan penerbitan buku yang baik.

“Kabupaten Banyuwangi secara layak dapat diakui sebagai Kabupaten Literasi.” Kata Halimah.

Pernyataan ini menunjukkan apresiasi atas dedikasi dan keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan minat literasi di wilayah tersebut.

Selain itu, Zen Kostolani memberikan apresiasi luar biasa terhadap karya Siswa MTsN 2 Banyuwangi yang sangat menarik, mengingat usia mereka yang masih sangat muda.

Hal ini menunjukkan keberanian dan bakat mereka dalam menciptakan karya yang menginspirasi.

Penulis : (Sft//JN)

Editor   : R, Subhan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *