oleh

Hilmi Mustofa; Antara Ziarah Wali dan Pemilu, Berharap Kelancaran dan Kemenangan

BANYUWANGI, Jurnalnews – Tradisi Ziarah ke makam para wali menjadi bagian penting bagi kehidupan Muslim di Nusantara. Bahkan ada sekelompok masyarakat yang menjadikan kegiatan ini sebagai rutinitas yang dilakukan pada saat momentum tertentu.

Ziarah kubur para wali bukan hanya sekadar mencari barokah semata, tetapi juga sebagai perjalanan spiritual dalam mengenang sejarah Indonesia. Tradisi budaya masyarakat Muslim ini telah diwariskan secara turun temurun oleh para nenek moyang terdahulu.

Salah satu keluarga pendakwah kondang di Banyuwangi, yaitu keluarga Kh. Abdul Gofar, memanfaatkan waktu libur paskah dan Idul Adha untuk berziarah ke makam Wali 5.

“Ini sudah menjadi tradisi kami sekeluarga, dengan tujuan ngalap barokah kepada para wali yang tidak hanya dikenal sebagai tokoh ulama bagi masyarakat yang beragama Islam di Indonesia, tetapi juga bagi agama lain yang berkembang di tanah air ini,” kata Kh. Abdul Gofar pada Selasa (04/07/2023).

Bagi warga Muslim, ziarah ke makam para wali merupakan salah satu bentuk rasa terima kasih atas peran dan pengaruh yang mereka berikan. Para wali ini menjadi suri tauladan bagi umat Islam di Indonesia.

“Kami berharap dengan doa yang dipanjatkan saat berada di makam atau petilasan, Allah akan mengabulkan segala sesuatu yang kita inginkan,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh anak pertamanya, Hilmi Mustofa. Bagi Hilmi, momentum ziarah ini sangat penting karena merupakan kesempatan langka untuk berkumpul bersama keluarga. Terkadang kesibukan masing-masing anggota keluarga membuat kesempatan berkumpul menjadi terbatas.

“Meskipun hanya 2 hari libur, waktu libur ziarah Wali 5 bersama keluarga ini merupakan bentuk aksi nyata dalam melestarikan tradisi Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdiyah,” ucap Hilmi.

Hilmi, yang merupakan putra pertama dari muballigh kondang yang akrab disapa Gus Hilmi, juga aktif sebagai Bacaleg dari Partai Kebangkitan Bangsa dan akan berkontestasi pada pemilu 2024 mendatang.

“Kami berharap agar diberikan kelancaran saat pemilu nanti. Meskipun ini adalah hajat saya secara pribadi, saya berharap diberikan kelancaran dan ditakdirkan menang sehingga dapat duduk di kursi DPRD Kabupaten Banyuwangi,” terangnya.

Hilmi menjelaskan bahwa kegiatan berziarah dimulai dari Surabaya dengan mengunjungi makam Sunan Ampel, selanjutnya ke Gresik untuk menghormati makam Syekh Maulana Malik Ibrahim atau yang dikenal dengan Sunan Giri.

“Semoga berkat para wali tidak hanya terasa saat pemilu, tetapi juga mampu menyatukan masyarakat meskipun ada perbedaan pilihan. Selain itu, saya berharap hajat pribadi sebagai calon Legislatif dapat terlaksana dengan kelancaran dan ditakdirkan menang,” urainya.

Perjalanan ziarah dilanjutkan ke Lamongan untuk mengunjungi makam Sunan Drajat, kemudian dilanjutkan perjalanan ke Tuban untuk menghormati makam Sunan Bonang. Selain itu, mereka juga berziarah ke makam KH Ali Mansur, seorang penulis Sholawat Badar.

Dengan mengikuti tradisi ziarah ke makam para wali, keluarga Kh. Abdul Gofar dan Hilmi Mustofa berharap untuk mendapatkan berkah spiritual dan juga menjaga kebersamaan keluarga. Mereka juga berdoa agar pemilu yang akan datang berjalan lancar tanpa adanya perpecahan, serta agar hajat pribadi Hilmi sebagai calon Legislatif dapat tercapai dengan kelancaran. (Red//Tm//JN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *