BANYUWANGI, Jurnalnews – Sebuah peristiwa menarik perhatian terjadi di Kantor Kecamatan Cluring, di mana sekelompok warga dengan penuh semangat menggelar aksi protes.
Suasana pagi itu berubah menjadi cairan ketegangan ketika warga-warga ini datang dengan membawa peralatan soundsystem mereka, mengisi halaman kantor dengan suara yang menarik perhatian.
Tidaklah sia-sia, ternyata mereka berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Camat Cluring, terkait surat pengunduran diri Kepala Desa Plampangrejo.
Surat pengunduran diri Kepala Desa Plampangrejo beberapa waktu lalu sebuah episode yang terjadi pada Oktober tahun lalu, tepatnya tahun 2022, telah mengundang perbincangan hangat. Pemicunya adalah kritik pedas dari sejumlah warga terhadap kinerjanya.
Aliansi Masyarakat Peduli Desa (AMPD), sebuah kelompok yang terdiri dari warga Desa Plampangrejo, menjadi pemeran utama dalam adegan penuh ketegangan di Kantor Kecamatan.
Di tengah suasana yang penuh tegang, tampak beberapa petugas dari Polsek Cluring dan SatpolPP berjaga, siaga mengantisipasi perkembangan situasi. Sambil membawa spanduk-spanduk berisi tuntutan mereka, warga yang tergabung dalam AMPD dengan tegas menyuarakan tuntutan mereka.
Ponirin, Ketua AMPD Plampangrejo, dengan tegas menyatakan bahwa aksi demonstrasi ini adalah ekspresi rasa kecewa mereka terhadap lambannya penanganan surat pengunduran diri Kepala Desa Plampangrejo oleh pihak kecamatan.
“Kami telah menunggu selama 9 bulan, namun surat permohonan pemberhentian Kepala Desa belum juga mendapatkan tanggapan serius dari pihak kecamatan. Hari ini, kami mengambil langkah untuk mengungkapkan keprihatinan kami, mbledosnya ya hari ini,” tutur Ponirin dengan tegas.
Dengan adanya aksi protes ini, semakin jelaslah pesan yang ingin disampaikan oleh AMPD Plampangrejo. Melalui perpaduan antara semangat kebersamaan dan peneguhan aspirasi, mereka berharap agar tuntutan mereka tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti dengan serius oleh pihak berwenang.
Penulis : Rony Subhan


Komentar