Kalibaru, Jurnalnews – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 Tahu 2024, warga Dusun Krajan RW 04 Desa KalibaruKulon Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi adakan Tasyakuran malam Sakral 17 Augustus pada jumat (16/8/2024).
Acara ini di gelar sebagai salah satu wujud rasa syukur terhadap Allah Swt yang telah memberikan anugerah berupa kemerdekaan kepada rakyat Indonesia, dalam kegiatan tasyakuran juga diadakan dhoa bersama untuk para pejuang kemerdekaan yang sudah berkorban harta bertaruh nyawa dalam mengusir penjajah dari ibu pertiwi.
Kegiatan malam Tasyakuran HUT kemerdeka’an tersebut di mulai sejak pukul19.00Wib bertempat di depan rumah warga RT 02, tepatnya di jalankampung sebelah utara lapangan kompi kalibaru dengan konsep lesehan.

Hadir dalam acara bapak Imam Syafi’i selaku kades, tokoh Agama,mahasiswa Unet jember yang kebetulan sedang KKN Di desa KalibaruKulon juga hadir, serta puluhan warga dari 6 Rt yang ada, yaitu meliputi warga Rt 01 sampai Rt 06.
Dalam kesempatanya Edi efendy selaku RW Krajan 04, menyampaikan Terina kasih kepada seluruh warga dusun krajan atas antusias warganya dalam menyambut baik hajatan tersebut.
“Alhamdulillah Puji syukur atas segala rahmat serta nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, sehingga malam ini kita dapat berkumpul dan bertatap muka dalam acara Tasyakuran malam 17 HUT RI ke 79. Saya selaku pemangku wilayah krajan 04 merasa bangga serta bahagia melihat ke bersamaan njenengan baik dari RT 01 Sampai Rt 06 ini kompak,di awali sejak pembuatan Taman Toga yang di lombakan Oleh desa dalam tingkat RW, serta tingkat ke hadiran warga pada acara tasyakuran ini sanggat membanggakan, kedepan nanti saya berharap retep kompak,karena mulai malam ini dan seterusnya tidak ada lagi istilah istilah nama tempat yang membuat kita nantinya tidak bisa bersinergi lagi, kampung geger kampung baru harus tetap bersatu, agar dusun krajan 04 ini menjadi dusun yang baik, dusun yang ke hidupan warganya penuh kebersamaan,ke harmonisan sehingga jiwa ke gotong royongan tetap bertumbuh kembang terjaga dengan baik, “jelasnya.

Ustad Abdullah sebelum memimpin pembacaan tahlil untuk arwah para pejuang juga menyampaikan bahwa dalam memperingati hari ke merdekaan negara kita,
harus benar benar tulus dan ikhlas , contoh kecil terkadang untuk memasang umbul umbul saja masih nunggu perintah Rt Rw,
Sebetulnya gak perlu menunggu perintah, penting nya menguatkan kesadaran dalam hati kita masing masing,dalam mencermati sebuah nilai perjuangan yang sudah di lakukan oleh para leluhur sampai kita terlepas dari penjajah.
“Harapan saya nanti, bila sudah masuk agustus tanpa nunggu perintah Rt,warganya sudah kompak memasang umbul umbul agustusan baik di rumah sendiri maupun lingkungan, “ucapnya.
Senyampang dari itu kegiatan pun berlangsung dan dhoa di pimpin oleh Ustad Ahmad Syuri . Pak kades yang semula ngasih kabar gak bisa hadir di karenakan menghadiri ke giatan di kecamatan. ternyata beliau hadir di penghujung acara.
“Saya minta maaf hadir belakang, ya…masih kumanan acara walaupun sudah cokkoncoken doa, “ucapnya dalam logat maduranya.
“Minimal saya ke dhuman dhungo selamete sehingga dalam mengemban tugas di desa KalibaruKulon selalu bisa berjalan sesuai harapan njenengan. ucapan beliau pun di amini segenab yang hadir.
Saya sebetulnya sudah minta ijin sama pak Rw karena acaranya bersamaan dengan acara di kecamatan. tapi Alhamdulillah Saya bisa nemu celah dan melarikan diri ke sini dan ternyata di sini lebih meriah daripada di sana, “ucapnya di sambut tawa bahagia segenab yang hadir.
Puji syukur ke hadirat Allah yang sudah memberikan rasa nikmat, malam ini saya bisa merapat bertemu njenengan sedaya dalam acara Tasyakuran ke merdekaan RI ke 79.
Pesan saya mari kita nikmati rasa syukur dalam ke merdekaan ini,terutama bersama keluarga,tetangga dan masyarakat luas dengan ke giatan ke giatan yang positif baik untuk diri kita sendiri serta lingkungan,tetap menjaga nilai nilai persatuan kekompakan bangun sinergritas ke gotong royongan baik antar RT maupun Rw sehingga desa Kalibarukulon akan menjadi desa yang rukun, aman dan nyaman, terima kasih juga buat adik – adik mahasiswa yang juga ikut nimbrung dalam kebersamaan bersama warga RW4, “pungkasnya.
Acarapun di tutup dengan ramah tamah yaitu makan berkat bersama sama di lokasi, maka seluruh yang hadir saat itu saling membentuk lingkaran kecil sebanyak 4 sampai 5 orang untuk kembulan bersama makan dalam satu wadah nampan.
Senyum dan cerita ngalor ngidul mewarnai suasana makan bersama. malam tasyakuran malam itu.
Bambs JN


Komentar