Banyuwangi, Jurnalnews.com – Suasana Wisata Pantai Kalitopo, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, tampak berbeda pada Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Skala Wongsorejo menggelar kegiatan “Tanam Kenang” dengan menanam pohon kelapa genjah sekaligus mempelajari potensi kawasan pesisir dan pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut menjadi simbol kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus meninggalkan jejak positif yang dapat dikenang di masa mendatang. Selain menanam pohon, para mahasiswa juga memperoleh pembelajaran langsung mengenai ekosistem pesisir, potensi wisata, hingga pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata.
Dosen Pendamping KKN UGM Skala Wongsorejo, Siti Mutiah Setiawati, mengaku bersyukur karena para mahasiswa diberikan kesempatan belajar langsung di tengah masyarakat, bukan hanya di ruang kuliah.
“Belajar tidak harus di kampus, tetapi juga harus berada di tengah masyarakat agar universitas tidak menjadi menara gading yang sulit dijangkau. UGM ingin membumikan universitas, sehingga mahasiswa tetap berpijak di bumi meskipun nanti berhasil mencapai puncak prestasi,” ujar Siti.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya datang untuk berbagi ilmu, tetapi juga belajar dari masyarakat. Melalui kegiatan penanaman kelapa genjah, mahasiswa diajak memahami manfaat tanaman, usia produktifnya, hingga cara pemanfaatannya bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus mengetahui manfaat kelapa, bagaimana proses pertumbuhannya, hingga nilai ekonominya. Pembelajaran seperti ini jauh lebih bermakna karena mereka mengalaminya secara langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Founder Wisata Pantai Kalitopo, Eko Setiawan, menyambut baik kehadiran mahasiswa UGM. Ia berharap hasil penelitian dan program KKN dapat memberikan manfaat nyata bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) maupun masyarakat nelayan di sekitar.
“Kami berharap hasil KKN teman-teman UGM bisa dirasakan manfaatnya di sini. Program ‘Tanam Kenang’ ini memiliki makna yang dalam, yaitu menanam pohon kelapa yang suatu saat nanti ketika mereka kembali ke Kalitopo akan menjadi sebuah kenangan indah,” ungkap Eko.
Di hadapan dosen pembimbing dan para mahasiswa, Eko juga menjelaskan sejarah terbentuknya Pantai Kalitopo. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan daratan baru hasil sedimentasi yang kini mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.
“Mayoritas warga di sini adalah nelayan. Saat musim angin dan tidak bisa melaut, keberadaan wisata ini menjadi peluang tambahan penghasilan karena masyarakat dapat membuka warung dan berjualan untuk membantu ekonomi keluarga,” jelasnya.
Selain melakukan penanaman kelapa genjah, mahasiswa UGM juga mendapatkan berbagai materi mengenai pengelolaan kawasan wisata, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta potensi pengembangan ekonomi lokal sesuai disiplin ilmu yang dipelajari di masing-masing fakultas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pengelola wisata mampu melahirkan inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kecamatan Wongsorejo. (Venus).


Komentar