oleh

Tambang Emas Tumpang Pitu : Habitat Baru Elang Jawa yang Langka

Banyuwangi, Jawa Timur – Tambang emas Tumpang Pitu, yang dikelola PT Bumi Suksesindo (PT BSI), menjadi sorotan karena menjadi habitat satwa langka Elang Jawa. Padahal, sebelumnya satwa langka bernama latin Nisaetus Bartelsi tersebut tidak pernah terlihat di lokasi setempat.

Komitmen PT. BSI dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi kunci keberhasilan ini. Perusahaan hanya membuka lahan sesuai kebutuhan operasional dan melakukan reklamasi segera pada lahan yang tidak lagi digunakan.

Staf pemantauan dari Departemen Lingkungan PT BSI, Setiawan, menjelaskan bahwa Elang Jawa pertama kali terpantau pada tahun dan sejak saat itu, keberadaannya kerap terlihat di area Pit B East, terutama pada pagi dan petang hari.

“Elang Jawa aktif mencari makan pada siang hari. Jadi, jika pada pagi buta dan sore mereka terlihat di suatu lokasi, besar kemungkinan itulah tempat tinggalnya,” ujar Setiawan.

Keberadaan Elang Jawa di tambang emas Tumpang Pitu bukan satu-satunya contoh keberhasilan PT BSI dalam menjaga kelestarian lingkungan. Studi keanekaragaman hayati mencatat keberadaan sekitar 350 jenis fauna lain, termasuk Lutung Jawa, Makaka, Merak Hijau, Rangkong Badak, Babi Hutan, Kijang Muntjac, Kukang Jawa, Kucing Hutan, dan Binturong.

PT BSI juga membentuk program perlindungan keanekaragaman hayati di area operasi Tujuh Bukit dan menjalankan langkah-langkah preventif untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Keberadaan ratusan jenis satwa di kawasan tambang emas PT BSI menunjukkan bahwa keseimbangan ekosistem di Tujuh Bukit masih terjaga dengan baik.(Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *