Surabaya, Jurnalnews.com – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menyelenggarakan serangkaian uji masyarakat kampus terkait program kerjanya ke publik untuk Calon Dekan (Cadek) Fakultas Vokasi masa jabatan 2025–2030 pada hari ini Senin (25/8/2025). Pada kesempatan ini para calon dekan menyampaikan paparan gagasannya untuk pengelolaan Fakultas Vokasi 5 tahun ke depan.
Keenam peserta calon yang adu gagasan tersebut, yaitu Prof. Dr. Bambang Suharto, SST., MM.Par., CHE., Dr.Abd. Nasir, S.Kep., Ns., M.Kep., Dr. Khotibul Umam, S.Kep., Ns., M.Kes., Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., MM., PhD., dari internal home based Fakultas Vokasi dan Dr. Ari Prasetya, SE., M.Si., Prof. Dr. Heru Tjaraka, Drs., M.Si., BKP.AK.CA., dari eksternal home based Fakultas Ekonomi. Seluruh calon dekan memiliki kesempatan yang sama dengan keunggulannya masing-masing menampilkan gagasan terbaiknya. Dekan Fakultas Vokasi Prof. Dr. Anwar Maruf, drh., M.Kes. dalam sambutannya mengatakan bahwa jumlah calon dekan di Fakultas Vokasi ini terbanyak dibandingkan dengan fakultas lain.
Kegiatan ini berlangsung meriah di Aula Lantai 3 Gedung A Fakultas Vokasi, Kampus B Universitas Airlangga Surabaya yang penuh dihadiri oleh panelis, Sekertaris Universitas, civitas akademika, Ketua IKA, BEM, Hima, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Mereka semua turut mengawal, menyerukan dukungan, dan berpartisipasi aktif dalam forum sebagai bentuk kepedulian tehadap masa depan fakultasnya.
Meski dalam pilihan ini keputusan siapa yang terpilih menjadi dekan merupakan hak sepenuhnya Rektor, namun proses yang ketat dan transparan melalui serangkain tahapan mulai dari seleksi administrasi, uji masyarakat kampus, dan proses wawancara untuk mendapatkan ahlinya sehingga tidak menunggu kerusakannya menjadi perhatian kalayak sivitas akademika. Abi salah satu mahasiswa mantan BEM dari Manajemen Perhotelan yang pernah magang di sebuah kampus vokasi di Canada mengatakan dekan terpilih bukan perkara menang dipilih Rektor, tetapi mengemban menang yang mendapatkan kepercayaan.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Edy Jauhari, M.Hum., mencatat secara kuantitatif dan kualitatif sebagai panelis pada uji masyarakat kampus yang menekankan bahwa penilaian dengan melihat visi misi strategi serta program kerja dan target capaiannya di fakultas vokasi nantinya ini penting, jangan sampai ini tidak realistis atau tidak relevan dengan konteks karakter kevokasiannya. Fakultas vokasi diharapkan bisa dipimpin oleh orang yang tepat memiliki integritas, kapabilitas, dan akseptabilitas yang benar-benar paham tentang pendidikan terapan yang berbeda dengan pendidikan di akademik. Pemimpin vokasi nantinya diharapkan bisa membawa vokasi UNAIR menjadi lebih baik lagi melanjutkan yang sebelumnya tanpa persoalan dan gejolak internal yang muncul dengan mengedepankan Excellent with Morality.
Menariknya, dalam seksi tanya jawab Prof. Dr. Anggraini Dwi Sensusiati, dr., Sp.Rad. (K) juga menyatakan calon dekan terpilih seharusnya memang yang presentasi di sini mencalonkan dirinya untuk Dekan Fakultas Vokasi, sehingga teruji visi, misi, program kerja, dan target capaiannya serta janji-janjinya di hadapan kita semua ini yang bila tidak dilakukan saat menjabat nanti bisa kita tagih bersama. Proses ini lanjutnya, mencerminkan komitmen UNAIR dalam menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan kapabilitas dalam penyelenggaraan pemilihan pemimpin yang akan membawa Fakultas Vokasi untuk UNAIR menuju Universitas berkelas Dunia. (Penulis: Ahmad Masduki)


Komentar